news

Pengamat Universitas Jember: Sebut Kanal Wadul Gus'e Sudah Baik, Namun Butuh Banyak Pengembangan

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:48 WIB
Pengamat Universitas Jember Hermanto Rohman. (Dok Unej)

SketsaNusantara.id – Inovasi layanan pengaduan masyarakat bertajuk Wadul Gus’e, yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember menuai apresiasi positif dari kalangan akademisi.

Kehadiran kanal ini dianggap sebagai langkah maju dalam memangkas jarak komunikasi antara birokrasi dan warga Jember.

​Hermanto Rohman, Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi dari FISIP Universitas Jember (UNEJ), menyatakan bahwa platform ini merupakan jawaban atas kerinduan masyarakat akan wadah aspirasi yang responsif.

Baca Juga: Tembus 11 Ribu Aduan, Pemkab Jember Sebut Permintaan Perbaikan Jalan yang Mendominasi

Menurut dia, selama ini Jember dinilai minim sarana interaksi dua arah yang efektif dalam menampung dinamika pembangunan daerah.

​Hermanto menyoroti, pemilihan platform berbasis WhatsApp dan media sosial sebagai strategi yang cerdas.

Langkah ini dinilai sangat memudahkan masyarakat, karena menggunakan aplikasi yang sudah akrab dengan keseharian warga dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Ciptakan Pelayanan Kesehatan Prima di Jember, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Evaluasi Kinerja Faskes

​"Indikator utama kualitas pelayanan publik adalah kecepatan pemerintah dalam menanggapi keluhan masyarakat. Melalui Wadul Gus’e, Pemkab Jember menunjukkan komitmen nyata untuk hadir di tengah persoalan warga," jelas Hermanto.

​Kendati memberikan apresiasi, Hermanto memberikan catatan kritis demi keberlanjutan inovasi ini. Dia menekankan pentingnya kepastian waktu tindak lanjut melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang transparan.

Pertama, masyarakat harus mengetahui estimasi waktu penyelesaian aduan secara terbuka. Kedua, integrasi antara interaksi di media sosial dengan dasbor informasi publik yang bisa dipantau secara langsung.

Baca Juga: Revolusi Adminduk di Jember, Bupati Gus Fawait Tinjau Pencetakan KTP di Tingkat Kecamatan

​Upaya pembenahan sistem aduan ini selaras dengan pencapaian impresif Kabupaten Jember di level nasional.

Pada tahun 2025, Jember berhasil menduduki peringkat ke-7 dalam evaluasi kinerja pelayanan pemerintah secara nasional.

Halaman:

Tags

Terkini