SketsaNusantara.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, melakukan langkah tegas dalam mengawal program Universal Health Coverage (UHC) di wilayahnya.
Saat mengunjungi Puskesmas Rambipuji pada Sabtu 24 Januari 2026, pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa keberhasilan UHC tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari mutu pelayanan yang diterima rakyat.
Gus Fawait menekankan, bahwa kenyamanan masyarakat yang berobat harus menjadi prioritas nomor satu, bahkan jika perlu harus lebih baik daripada fasilitas kantor para pejabat atau kepala puskesmas itu sendiri.
"Fasilitas untuk pasien harus diutamakan. Ini adalah bentuk keberpihakan kita kepada masyarakat agar mereka benar-benar merasakan manfaat nyata dari program UHC," ujar Gus Fawait.
Ia menitipkan tiga poin krusial untuk jajaran kesehatan tingkat pertama. Pertama, pelayanan harus cepat, responsif, dan memanusiakan pasien sebagai hak dasar warga negara.
Kedua, memastikan sarana prasarana bagi publik dalam kondisi layak dan nyaman. Ketiga, pengelolaan dana kapitasi JKN harus dilakukan secara akurat dan efisien untuk mendongkrak mutu layanan tanpa membebani warga.
Sebagai bagian dari reformasi birokrasi di sektor kesehatan, Pemkab Jember berencana melakukan audit kinerja setiap triwulan (tiga bulan sekali).
Evaluasi ini bertujuan untuk memantau progres layanan sekaligus menjadi ajang seleksi bagi pengembangan karier SDM kesehatan di masa depan.
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Puskesmas Rambipuji, dr. Dina Nurul Agustina, menyatakan komitmen penuh untuk melakukan pembenahan internal.
Pihaknya berjanji akan mengoptimalkan anggaran yang ada guna menciptakan atmosfer pelayanan yang lebih profesional dan berorientasi pada kenyamanan pasien.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI