Langkah ini tidak hanya memperkuat armada perikanan nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri galangan kapal dalam negeri.
“Kapal-kapal tersebut direncanakan akan diproduksi dan dirakit di Indonesia sehingga diperkirakan mampu menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja,” lanjut unggahan tersebut.
Selain sektor investasi dan maritim, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan tinggi.
Dalam kunjungan ke Inggris, Presiden melakukan pertemuan dengan 24 profesor dari berbagai universitas terkemuka di Inggris Raya untuk menjajaki peluang kerja sama pendidikan strategis.
“Di sektor pendidikan, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan 24 profesor dari berbagai universitas terkemuka Inggris Raya guna menjajaki kerja sama pendidikan tinggi,” tulis Sekretariat Negara RI.
Kerja sama pendidikan yang dibahas mencakup bidang-bidang strategis seperti kedokteran dan sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Pemerintah menilai penguatan pendidikan di sektor-sektor tersebut sangat penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Rencana strategis yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup pembangunan 10 kampus baru di Indonesia. Selain itu, terdapat pula skema pendirian kampus universitas Inggris di tanah air, program pertukaran dosen, serta kolaborasi riset internasional.
“Rencana strategis ini mencakup pembangunan 10 kampus baru di Indonesia melalui skema pendirian kampus universitas Inggris di tanah air, pertukaran dosen, serta upaya peningkatan peringkat universitas Indonesia di tingkat global melalui kolaborasi dengan Russell Group,” tulis Sekretariat Negara RI.
Russell Group sendiri dikenal sebagai asosiasi universitas-universitas riset terkemuka di Inggris yang memiliki reputasi global.
Kolaborasi dengan kelompok universitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia sekaligus memperkuat posisi universitas nasional dalam pemeringkatan internasional.
Pemerintah menilai bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris mencerminkan pendekatan diplomasi aktif yang berorientasi pada hasil nyata.
Tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menghadirkan manfaat konkret bagi pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penciptaan lapangan kerja.
Langkah Presiden Prabowo ini juga dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong industrialisasi nasional dan transformasi pendidikan tinggi.
Dengan menggandeng mitra strategis seperti Inggris, Indonesia diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan jangka menengah dan panjang.***