SketsaNusantara.id - Kabar jatuhnya pesawat ATR 42 500 di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi duka mendalam bagi dunia penerbangan Indonesia.
Di tengah penyelidikan yang dilakukan KNKT, Hanafi Herlin, seorang pilot senior yang memiliki ribuan jam terbang, memberikan sudut pandangnya mengenai keandalan pesawat buatan Eropa tersebut.
Menurut Hanafi, pesawat ATR 42-500 merupakan pesawat tangguh yang bisa digunakan untuk jarak menengah, tidak terlalu pendek juga tidak terlalu jauh namun jarak sedang.
Pesawat ini juga biasanya dipakai untuk pesawat carter, penumpang serta cargo yang handal dan sudah lama dipakai serta tak pernah ada masalah.
"Itu pesawat sudah cukup lama dan handal sekali serta tak ada masalah," ungkap pilot senior Hanafi Herlin dikutip dari kanal YouTube @trijayafm.
Hanafi Herlin menegaskan bahwa ATR 42-500 bukanlah pesawat sembarangan, pesawat ini merupakan varian yang lebih bertenaga dari seri 42 sebelumnya, pesawat ini dirancang khusus untuk rute-rute menengah.
"Pesawat itu sudah dipakai puluhan tahun dan tidak diragukan lagi kehandalannya," ungkap Hanafi.
Pesawat ini juga disebut menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW127E, sehingga pesawat ini memiliki performa menanjak (climb) yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya.
Hanafi menyebutkan bahwa ATR 42-500 adalah "pekerja keras" di wilayah Indonesia Timur yang memiliki kontur geografis bergunung-gunung dan cuaca yang sering berubah mendadak.
Sebab itu, jika sampai kehilangan kontak sebelum ditemukan, Hanafi menyebutkan ada 2 kemungkinan yakni:
1. Miscommunication atau communication failure