Selain itu, peningkatan kapasitas masyarakat juga menjadi perhatian utama SIBAT. Kegiatan melibatkan linmas desa dan tenaga pendidik setempat.
Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pemasangan jalur evakuasi dan pelatihan pertolongan pertama. Guru sekolah menjadi sasaran utama pelatihan tersebut.
Pada tahun 2026, SIBAT Tumpakrejo merencanakan sejumlah kegiatan lanjutan. Program tersebut disusun dengan dukungan anggaran dari pemerintah desa.
Ketua PMI Jember, Zainollah, menyampaikan apresiasi atas capaian SIBAT Tumpakrejo. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
"Sibat di sini luar biasa sejak berdiri akhir tahun 2020 dan kami ingin belajar bagaimana memberdayakan masyarakat agar mau terlibat langsung, bahkan dalam simulasi bencana alam secara mandiri," ungkap Zainollah.
Kunjungan studi tiru ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas PMI Jember. Pengalaman SIBAT Tumpakrejo diharapkan dapat diterapkan di wilayah Jember.
Keberhasilan desa tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi antara relawan, masyarakat, dan pemerintah desa. Pola ini membentuk ekosistem tangguh bencana yang berkelanjutan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!