Kamis, 4 Juni 2026

SIBAT Tumpakrejo Jadi Contoh Nasional, PMI Jember Studi Tiru Kemandirian Relawan Bencana Berbasis Desa dan Ekonomi Kreatif

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Januari 2026 | 17:30 WIB
PMI Jember melakukan studi tiru ke SIBAT Desa Tumpakrejo. (Dok. PMI Jember)
PMI Jember melakukan studi tiru ke SIBAT Desa Tumpakrejo. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya membangun masyarakat tangguh bencana terus dilakukan Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember. Salah satunya melalui studi tiru ke desa yang dinilai berhasil membangun kemandirian relawan bencana.

PMI Jember melakukan kunjungan ke Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat atau SIBAT Desa Tumpakrejo. Desa tersebut berada di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kunjungan dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan melibatkan pengurus serta pegawai PMI Jember. Fokus utama kegiatan ini mempelajari pola pemberdayaan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana.

Baca Juga: Tak Perlu Biaya dan Siaga Seharian, PMI Jember Luncurkan Ambulans Jenazah Gratis 24 Jam untuk Bantu Keluarga Duka

SIBAT Desa Tumpakrejo dikenal aktif sejak berdiri pada Februari 2021. Kelompok ini tidak hanya bergerak saat terjadi bencana, tetapi juga menjalankan program sosial berkelanjutan.

Kemandirian SIBAT Tumpakrejo dinilai kuat karena dukungan relawan dan pemerintah desa. Dukungan tersebut diberikan secara konsisten melalui kebijakan dan alokasi anggaran desa.

Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan, menjelaskan bahwa pemerintah desa memberi ruang besar bagi aktivitas SIBAT. Dukungan tersebut dituangkan dalam alokasi dana desa setiap tahun.

Baca Juga: PMI Jember Evaluasi Kinerja dan Siapkan Program 2026, Sertifikat CPOB dan Relawan Jadi Prioritas Utama

"Pemerintah desa hingga tahun 2026 ini terus memberi dukungan pada sibat desa tumpakrejo untuk melakukan kegiatan di masyarakat dengan alokasi dana 40 juta dari pos anggaran yang ada di dana desa," kata Miselan.

Selain dukungan anggaran, SIBAT Tumpakrejo juga mengembangkan program ekonomi kreatif. Program ini menjadi sumber pembiayaan mandiri bagi kegiatan relawan di desa.

Usaha yang dijalankan meliputi beternak kambing dan menanam berbagai komoditas sayuran. Timun, cabai, dan terong menjadi tanaman utama yang dikembangkan.

Hasil panen dimanfaatkan untuk mendukung program kesiapsiagaan dan sosial masyarakat desa. Pola ini membuat aktivitas SIBAT tetap berjalan tanpa ketergantungan penuh pada bantuan luar.

SIBAT Tumpakrejo juga aktif dalam program kesehatan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Program kesehatan tersebut dijalankan bersama Dinas Sosial dengan membangun inisiatif bernama Kampung Telur. Program ini menyasar pemenuhan gizi keluarga di desa.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X