SketaNusantara.id - Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor, guru besar dan dekan dari perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Ada sekitar 1.200 akademisi dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun swasta (PTS) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, pertemuan strategis ini bertajuk "Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi".
Acara ini dilakukan dalam rangka menyelaraskan visi pendidikan tinggi dengan agenda besar pembangunan nasional.
Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Dikti Saintek, Stella Christie, yang menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah karena menunjukkan perhatian besar kepala negara terhadap dunia akademik.
"Pada hari ini ada sekitar 1200 (Rektor, Dekan, guru besar) yang sudah datang dan juga dikhususkan pada bidang sosial humaniora," ungkap Wamen Dikti Saintek Stella Christie.
Stella Christie menyebutkan bahwa khusus pada pertemuan kali ini presiden akan membahas secara khusus bidang sosial humaniora.
Sehingga secara khusus, pertemuan kali ini juga memberikan ruang besar bagi akademisi di bidang sosial humaniora.
Ia juga menyatakan bahwa pada kepemimpinan Prabowo, pemerintah akan meningkatkan dana riset kependidikan tinggi science dan teknologi meningkat menjadi 218 persen.
Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada aspek teknis (STEM), tetapi juga aspek sosial dan karakter bangsa.