news

Irma Chaniago dari Partai Mana? Intip Profil Anggota DPR RI yang Disorot Usai Sindir Pandji dan Mahfud MD di Tengah Polemik Stand Up Comedy Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 14:00 WIB
Potret Irma Suryani Chaniago, Anggota DPR RI yang ramai disorot usai sindir Pandji hingga sentil Mahfud MD di tengah polemik 'Mens Rea' (Instagram/irmasuryani.official)

Sebelum terjun ke dunia politik, Irma dikenal sebagai tokoh aktivis perjuangan kaum buruh. Lulusan STIE Jakarta ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Buruh Maritim & Nelayan Indonesia (SBMNI) dan Ketua MPO Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI)

Tak hanya itu, Irma juga dikabarkan pernah jadi Komisaris Independen PT Pelindo I. Namun, ia telah mengundurkan diri dari posisi tersebut dan menonaktifkan diri dari kegiatan partai untuk mematuhi peraturan yang berlaku.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @official_nasdem, ibu 2 anak ini juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Ketua Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem.

Baca Juga: Tanggapi Polemik Mens Rea, Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Pandji Tak Bisa Dipidanakan

Sebelum bergabung dengan Partai NasDem, ia pernah aktif di Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK). Irma terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014-2019 dan kembali dilantik pada tahun 2024.

Irma belakangan ini jadi sorotan karena kritik tajam di tengah polemik stand up comdy Mens Rea yang dibawakan Pandji.

Menurutnya, masih banyak kritik yang bisa disampaikan dan perkataan Pandji dalam materi lawakannya yang dinilai "mengolok-olok" sejumlah nama, justru memicu polemik.

Irma juga menilai bercandaan Pandji dirasa tidak adil. Pasalnya, Pandji hanya mengkritik orang-orang yang ada di lingkaran pemerintah.

Baca Juga: Gak Tersinggung, Dharma Pongrekun Malah Bangga Namanya Dijadikan Becandaan di Panggung Mens Rea, Akui Rindu Ketemu Pandji Pragiwaksono Gegara Ini

"Kalau jadi pengkritik, harusnya semua pihak dia roasting. Harus fair, siapapun meski orang itu, kenapa yang dikritik orang yang menjabat (di pemerintahan), wong yang sudah tidak menjabat seperti Jokowi pun dikritik," katanya.

"Misalnya, ini Pandji tidak mengkritik Anies karena dia pendukung. Nah, ini yng memicu perdebatan. Kalo mau memperbaiki Indonesia, semua yang gak bagus dikritisi," ujarnya.

Irma sendiri tak mempermasalahkan soal penyampaian kritik melalui media hiburan atau panggung komedi. Meski begitu, ia menilai setiap orang memiliki sudut pandang berbeda yang patut dihargai, termasuk dalam menilai lawakan Pandji di panggung Mens Rea.

"Mungkin 'mens rea' yang dimaksud adalah Pandji ini maksudnya baik ingin mengkritisi, tapi belum tentu semua orang melihatnya seperti itu," ujarnya.

"Karena mungkin ada orang lain yang menilai (perkataan Pandji) dia provokatif, memecah bangsa dan sebagainya, ya biarkan saja mereka berpendapat dan jangan dibungkam. Biarkan saja masyarakat yang menilai," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini