Sebelum terjun ke dunia politik, Irma dikenal sebagai tokoh aktivis perjuangan kaum buruh. Lulusan STIE Jakarta ini pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Buruh Maritim & Nelayan Indonesia (SBMNI) dan Ketua MPO Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI)
Tak hanya itu, Irma juga dikabarkan pernah jadi Komisaris Independen PT Pelindo I. Namun, ia telah mengundurkan diri dari posisi tersebut dan menonaktifkan diri dari kegiatan partai untuk mematuhi peraturan yang berlaku.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @official_nasdem, ibu 2 anak ini juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Ketua Bidang Kesehatan Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem.
Baca Juga: Tanggapi Polemik Mens Rea, Ketua Komisi III DPR RI Tegaskan Pandji Tak Bisa Dipidanakan
Sebelum bergabung dengan Partai NasDem, ia pernah aktif di Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK). Irma terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014-2019 dan kembali dilantik pada tahun 2024.
Irma belakangan ini jadi sorotan karena kritik tajam di tengah polemik stand up comdy Mens Rea yang dibawakan Pandji.
Menurutnya, masih banyak kritik yang bisa disampaikan dan perkataan Pandji dalam materi lawakannya yang dinilai "mengolok-olok" sejumlah nama, justru memicu polemik.
Irma juga menilai bercandaan Pandji dirasa tidak adil. Pasalnya, Pandji hanya mengkritik orang-orang yang ada di lingkaran pemerintah.
"Kalau jadi pengkritik, harusnya semua pihak dia roasting. Harus fair, siapapun meski orang itu, kenapa yang dikritik orang yang menjabat (di pemerintahan), wong yang sudah tidak menjabat seperti Jokowi pun dikritik," katanya.
"Misalnya, ini Pandji tidak mengkritik Anies karena dia pendukung. Nah, ini yng memicu perdebatan. Kalo mau memperbaiki Indonesia, semua yang gak bagus dikritisi," ujarnya.
Irma sendiri tak mempermasalahkan soal penyampaian kritik melalui media hiburan atau panggung komedi. Meski begitu, ia menilai setiap orang memiliki sudut pandang berbeda yang patut dihargai, termasuk dalam menilai lawakan Pandji di panggung Mens Rea.
"Mungkin 'mens rea' yang dimaksud adalah Pandji ini maksudnya baik ingin mengkritisi, tapi belum tentu semua orang melihatnya seperti itu," ujarnya.
"Karena mungkin ada orang lain yang menilai (perkataan Pandji) dia provokatif, memecah bangsa dan sebagainya, ya biarkan saja mereka berpendapat dan jangan dibungkam. Biarkan saja masyarakat yang menilai," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Biarkan Humor Tetap Hidup! Rhenald Kasali Sampaikan Pesan Menohok Soroti Pandji Pragiwaksono yang Dipolisikan Gegara Jokes di Panggung 'Mens Rea'
Apa Arti Sebenarnya dari 'Mens Rea' yang Populer akibat Tayangan Pandji di Netflix?
Anak Pandji Pragiwaksono Jadi Sasaran Bullying Imbas Jokes Mens Rea yang Singgung Fisik Gibran, Sang Istri Ambil Langkah Tegas Siap Tempuh Jalur Hukum
Bela Pandji Pragiwaksono, Inayah Wahid Bawa Pesan Gus Dur di Tengah Polemik Komika yang Dipolisikan Imbas Singgung Ormas Keagamaan Kelola Tambang
Tanggapi Laporan atas Materi Mens Rea Pandji, Yenny Wahid Ungkit Kisah Miing Bagito Dipanggil Gus Dur ke Istana
Kasus Pandji Dilaporkan ke Polisi Usai Show ‘Mens Rea’, Abraham Samad Soroti Kejanggalan Laporan dan Dampak KUHP 2026