Aksi mahasiswa ini diketahui merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya dilakukan di kantor bupati. Kombes Ferdyan menjelaskan bahwa aksi pertama dilakukan untuk memprotes sejumlah kebijakan terkait tenaga honorer.
Namun ketika massa gagal memasuki area kantor bupati, mereka memilih melanjutkan aksi ke Polresta.
Menurut laporan tersebut, mahasiswa disebut berusaha merangsek masuk ke halaman kantor bupati dan Polresta, namun dihalangi oleh aparat keamanan.
“Upaya aksi massa ini dapat dicegah dan dihalangi oleh personil pengamanan Polresta Mamuju sehingga massa pengunjuk rasa gagal masuk ke Kantor Bupati,” sebagaimana ditulis dalam unggahan tersebut.
Situasi yang gagal terkendali memperlihatkan bahwa perubahan lokasi aksi menjadi Polresta memperburuk dinamika demonstrasi.
Terjadi dorong-mendorong dan pelemparan benda keras yang memicu aparat melakukan pembubaran paksa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!