SketsaNusantara.id - Upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat kembali menunjukkan langkah konkret.
Pada Selasa, 12 Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian serentak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi.
Pelaksanaan kegiatan utama dilakukan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Baca Juga: Yel-Yel Pelajar Sekolah Rakyat Sambut Prabowo dan Harapan Pendidikan Gratis Nasional
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X (Twitter) @prabowo, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan yang diinisiasi dan dijalankan secara bertahap oleh Kementerian Sosial.
Secara distribusi, sekolah tersebut tersebar sebanyak 35 titik di Sumatra, 70 titik di Jawa, tujuh titik di Bali dan Nusa Tenggara, 13 titik di Kalimantan, 28 titik di Sulawesi, tujuh titik di Maluku, serta enam titik di Papua. Angka tersebut menunjukkan sebaran yang merata dan menyasar wilayah dengan keragaman geografis.
Prabowo menegaskan kembali tujuan pemerintah dalam meluncurkan program tersebut.
Baca Juga: Prabowo Nyanyikan Lagu Ulang Tahun untuk Siswi Sekolah Rakyat Banjarbaru
“Kembali saya tegaskan bahwa tujuan mulia pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan yang membelenggu anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui kehadiran Sekolah Rakyat,” ujarnya, dilansir SketsaNusantara.id dari akun X (Twitter) resmi Prabowo Subianto.
Ia menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memulihkan harapan.
Prabowo mengapresiasi berbagai prestasi yang telah dicapai para siswa dalam waktu yang relatif singkat, termasuk keberhasilan dalam kompetisi dan penguasaan bahasa asing.
“Saya juga mengapresiasi berbagai prestasi yang telah diraih para siswa meskipun baru menempuh pendidikan dalam waktu yang relatif singkat, termasuk keberhasilan menjuarai ajang Olimpiade serta kemampuan menguasai berbagai bahasa asing,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menitikberatkan pada keterjangkauan pendidikan, tetapi juga kualitas dan daya saing peserta didik dalam skala lebih luas.