"Senang lah, (nama) saya ditaruh di depan (opening stand up comedy Pandji), walaupun yah agak-agak aneh tapi nggak apa-apa," kata Dharma dikutip SketsaNusantara.id dari podcast yang diunggah di kanal YouTube Ngaji Roso pada hari Senin, 12 Januari 2026.
"Buat saya begini, sesuatu itu tergantung sudut pandang kita. Kalau saya anggap ini berkah. Karena, siapa saya? digabungkan dengan Presiden Prabowo, Wapres Gibran, terus ada Pak Jokowi, tapi nama saya bisa dimasukin di situ, senang dong saya," ujarnya.
Menurut Dharma, penyebutan namanya di panggung komedi nasional justru membuat banyak orang di sekitarnya ikut bangga. "Banyak saudara saya bisa lihat, 'wah Om Dharma ada di situ'. Saya merasa bersyukur kepada Mas Pandji, jadi nggak ada rasa tersinggung," lanjutnya.
Calon Gubernur DKI Jakarta yang mengikuti Kontestasi Pilkada 2024 lalu itu kerap menjadi sorotan publik lantaran perkataannya kerap terdengar aneh dan bernuansa teori konspirasi sehingga sering diperbincangkan di media sosial.
Dalam Mens Rea, Pandji sempat menyinggung pernyataan Dharma terkait COVID-19. Dharma dikenal sebagai salah satu tokoh yang menyatakan dirinya tidak takut terhadap virus corona, sehingga dalam materi Pandji ia digambarkan sebagai sosok yang "pemberani".
Meski mengaku terhibur, Dharma mempertanyakan gestur Pandji di atas panggung, terutama ketika sang komika melakukan gimmick dengan menjilat-jilat tangannya.
Ia tak menampik jika jokes yang dibawakan Pandji cukup menggelitik dan mengundang tawa, namun ia meminta Pandji untuk klarifikasi karena gestur bercandaannya bisa mengundang spekulasi negatif di masyarakat.
"Saya lihat ada mimik yang nggak pas, yang Pandji jilat-jilat tangan pakai lidah itu. Ada yang bilang saya dikatain guy, benar apa nggak itu," ujarnya.
"Kalau dibilang lucu, sih lucu. Sekali lagi saya bersyukur dan terima kasih, tapi saya rindu banget pengen ketemu Mas Pandji supaya bisa memastikan hal ini," pesannya.
Dharma menyatakan keinginannya untuk bisa bertemu langsung dengan Pandji. Hal ini dilakukannya untuk berdiskusi, khususnya soal COVID-19 yang turut menjadi bahan candaan di Mens Rea.
Ia mengklaim memiliki berbagai dokumen dan pemahaman sendiri mengenai pandemi tersebut yang dikatakannya sebagai momen "percepatan digitalisasi".
"Saya bisa diskusikan kenapa saya nggak takut sama COVID-19, Karena saya punya dokumennya dan tahu apa yang terjadi. Kalau ada yang bilang angka 19 itu simbol AI, itu benar," tuturnya.