SketsaNusantara.id – Dharma Pongrekun buka suara tanggapi polemik stand up comedy yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono.
Sebagaimana diketahui materi stand-up comedy Mens Rea yang dibawakan Pandji belakangan ini ramai jadi sorotan publik hingga berujung ke ranah hukum.
Pandji dipolisikan oleh pihak yang mengatasnamakan aliansi muda NU dan Muhammadiyah karena menyinggung isu ormas keagamaan kelola tambang.
Baca Juga: Apa Arti Sebenarnya dari 'Mens Rea' yang Populer akibat Tayangan Pandji di Netflix?
Tak hanya itu, salah satu pendiri Stand Up Comedy Indonesia ini juga dikabarkan kena somasi dari para pendukung Dharma Pongrekun.
Pendukung Dharma Pongrekun menilai materi yang dibawakan Pandji dalam pertunjukan stand up comedy "Mens Rea" sebagai penghakiman terhadap pilihan politik di masyarakat.
Dalam somasi tersebut, mereka meminta Pandji memberikan klarifikasi kepada publik dalam jangka waktu 14 hari sebagai bentuk tanggung jawab moral dan penghormatan terhadap sikap politik warga negara.
Langkah hukum ini memicu pro dan kontra. Sebagian warganet menyayangkan upaya pelaporan dan somasi terhadap komedian yang dianggap sebagai pembatasan kebebasan berekspresi di negara demokrasi.
Namun di tengah riuh polemik itu, Dharma Pongrekun justru memberikan respons yang jauh lebih santai dan tidak terduga.
Mantan calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 itu mengaku bangga dan bersyukur namanya disebut oleh Pandji dalam opening Mens Rea.
Di panggung Mens Rea, Pandji melihat Dharma Pongrekun sebagai seorang yang pemberani dan puya sejumlah solusi, meski dibalut dengan candaan khas stand-up comedy yang menyiratkan bahwa sosoknya "agak kurang".
Alih-alih merasa direndahkan, Dharma justru melihat hal itu sebagai sebuah keberkahan. Ia merasa seolah "dipromosikan", bahkan namanya disejajarkan dengan tokoh-tokoh besar seperti Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Joko Widodo (Jokowi).