news

3 Hari Latihan PMI Jember dan PMI Jepang Berakhir Simulasi Banjir Bandang, Fokus Manajemen Posko dan Koordinasi Lapangan

Minggu, 11 Januari 2026 | 20:38 WIB
Latihan Bersama PMI Jember dan PMI Jepang selesai diakhiri dengan simulasi penanganan banjir bandang.

SketsaNusantara.id - Latihan bersama PMI Jember dan PMI Jepang resmi berakhir. Kegiatan tersebut ditutup dengan simulasi penanganan banjir bandang. Simulasi digelar pada Minggu, 11 Januari 2026.

Sebanyak 30 peserta mengikuti simulasi lapangan tersebut. Mereka sebelumnya menjalani pelatihan selama tiga hari penuh. Pelatihan berfokus pada manajemen tanggap bencana dan operasional posko.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi PMI Jember dengan Japanese Red Cross Society. Pelatihan dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia. Fokus utama berada pada kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga: DPRD Jember Temukan Perumahan Berdiri di Atas Sungai, Komisi C Soroti Dugaan Permainan Perizinan

Dalam simulasi, relawan mempraktikkan alur komando secara langsung. Koordinasi antarpersonel dijalankan sesuai skenario darurat. Seluruh tahapan mengikuti standar operasional prosedur manajemen bencana.

Simulasi dimulai dari penerimaan informasi kejadian bencana. Selanjutnya dilakukan analisis situasi dan penentuan langkah. Proses berlanjut pada pengerahan sumber daya ke lapangan.

Relawan diuji dalam ketepatan pengambilan keputusan. Setiap peran dijalankan sesuai struktur komando posko. Koordinasi antarbidang menjadi bagian penting dalam simulasi.

Baca Juga: Hari Kedua Pelatihan MTDB PMI Jember Bahas Isu Sensitif Pengungsian, dari PSEA hingga Konsep Bilik Asmara

Koordinator Trainer Pelatihan, Julius Arianus Mbusu, menjelaskan peran strategis posko. Ia menegaskan bahwa manajemen posko menentukan efektivitas bantuan.

“Manajemen posko merupakan jantung dari operasi tanggap darurat. Jika koordinasi posko kuat, maka bantuan yang sampai ke masyarakat akan lebih efektif dan tepat sasraan,” kata Julius Arianus Mbusu.

Pelatihan ini menekankan pentingnya keseragaman pemahaman manajemen bencana. Seluruh peserta diarahkan mengikuti alur kerja yang sama. Hal tersebut diperlukan dalam situasi darurat berskala besar.

Ketua PMI Jember, Zainollah, menyampaikan tujuan utama kegiatan tersebut. Ia menyebut pelatihan sebagai bentuk kesiapsiagaan organisasi. Simulasi menggambarkan kondisi nyata yang mungkin terjadi.

“Kami ingin seluruh lini mulai dari pengurus hingga relawan memiliki pemahaman yang sama mengenai alur manajemen bencana, simulasi ini merupakan potret kesiapsiagaan kami dalam membantu masyarakat jember jika terjadi bencana,” tegas Zainollah.

Selama simulasi, relawan berinteraksi dengan berbagai kondisi lapangan. Mereka dilatih untuk tetap bekerja sesuai prosedur. Tekanan situasi darurat menjadi bagian dari pembelajaran.

Halaman:

Tags

Terkini