SketsaNusantara.id - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani sejumlah pasien dengan gejala Influenza A H3N2 yang dikenal luas masyarakat sebagai “super flu”.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @bushcoo yang kemudian menarik perhatian publik karena adanya laporan satu pasien meninggal dunia dalam rangkaian penanganan kasus tersebut.
Dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram @bushcoo, RSHS Bandung menyebutkan bahwa hingga saat ini telah menangani 10 pasien dengan gejala Influenza A H3N2.
Baca Juga: Jawa Timur Catat Kasus Superflu Tertinggi di Indonesia, Menkes: Tidak Lebih Berbahaya dari Flu Biasa
Dari jumlah tersebut, satu pasien dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan. Namun, pihak rumah sakit menegaskan bahwa kematian tersebut belum dapat dipastikan disebabkan secara langsung oleh infeksi virus influenza.
“Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien dengan gejala Influenza A H3N2 atau dikenal luas sebagai ‘super flu’,” tulis akun Instagram @bushcoo dalam unggahan yang mengutip keterangan resmi rumah sakit.
RSHS menjelaskan bahwa pasien yang ditangani berasal dari rentang usia yang cukup luas.
Pasien termuda merupakan bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, sementara pasien lainnya mencakup anak berusia 11 tahun hingga mayoritas pasien dewasa dengan rentang usia 20-60 tahun.
Fakta ini menunjukkan bahwa virus tersebut dapat menyerang berbagai kelompok usia, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Terkait kasus meninggal dunia, Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan hubungan langsung antara kematian pasien dengan infeksi “super flu”.
Hal ini disampaikan karena pasien yang meninggal diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta yang berat.
Ketua Tim Pinere RSHS, Hantarianti, dalam konferensi persnya, menjelaskan bahwa pasien yang meninggal memiliki kondisi kesehatan yang kompleks.