SketsaNusantara.id – Sektor transportasi udara di Kabupaten Jember bersiap memasuki babak baru.
Mulai pertengahan Januari 2026, Bandara Notohadinegoro dipastikan akan memberikan layanan yang lebih ekonomis dan optimal bagi para pengguna jasa penerbangan.
Langkah maju ini merupakan buah manis dari kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan maskapai Fly Jaya.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengonfirmasi adanya penurunan tarif yang cukup signifikan untuk memfasilitasi kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Efektif per 13 Januari 2026, harga tiket pesawat dari dan menuju Jember akan dipangkas,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 8 Januari 2026.
Jika sebelumnya harga tiket dianggap membebani kantong, kini masyarakat bisa menikmatinya dengan harga mulai dari Rp1,5 jutaan.
“Penurunan ini mencapai sekitar Rp600 ribu dari harga normal sebelumnya,” imbuhnya.
Selain harga yang lebih murah, efisiensi operasional bandara juga meningkat berkat kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga. Pekan depan, Bandara Notohadinegoro akan resmi memiliki fasilitas pengisian bahan bakar (refuelling) avtur sendiri.
Keberadaan fasilitas ini menjadi solusi atas kendala kapasitas yang selama ini terjadi. Sebelumnya, pesawat rute Halim Perdanakusuma – Jember harus membatasi muatan hanya 50 penumpang demi cadangan bahan bakar.
Baca Juga: Pemkab Jember Distribusikan Ratusan Gerobak UMKM, Kawasan Food Street Kartini Jadi Prioritas
Kini, dengan adanya pengisian bahan bakar di lokasi, pesawat dapat terbang dengan kapasitas penuh yakni 70 penumpang.
Meski harga tiket turun dan jumlah penumpang bertambah, Gatot menjamin bahwa jadwal penerbangan tidak akan berubah. Kebijakan yang diinisiasi oleh Bupati Jember, Gus Fawait, ini diharapkan mampu menjadi pemantik kemajuan daerah.