“Clutch bag yang hanya diproduksi satu buah ini dijual melalui futureloundry.com,” tulis unggahan tersebut, menegaskan nilai kolektibilitas yang melekat pada produk tersebut.
Dari sisi harga, tas ini juga mencerminkan posisi sebagai produk fashion premium.
Dalam keterangan unggahan disebutkan secara eksplisit bahwa tas hasil modifikasi batok motor tersebut dibanderol dengan harga Rp 2.158.000.
Harga ini menempatkannya sebagai produk eksklusif yang menyasar segmen pasar tertentu, khususnya kolektor atau pencinta fashion dengan minat pada desain unik dan konsep berani.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana industri kreatif mampu mengubah persepsi terhadap benda-benda yang sebelumnya dianggap tidak bernilai tinggi.
Batok kepala motor, yang lazimnya hanya dipandang sebagai komponen teknis kendaraan, kini mendapatkan identitas baru sebagai karya seni fungsional dengan nilai ekonomi yang signifikan.
Brand fashion asal Bali yang berada di balik produk ini juga secara tidak langsung menunjukkan kuatnya ekosistem kreatif di Pulau Dewata.
Bali selama ini dikenal sebagai pusat seni, budaya, dan kreativitas, termasuk dalam industri fashion yang kerap memadukan unsur tradisional, modern, dan eksperimental.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!