Namun kabar terbaru menyebutkan bahwa pemecatan Nur Aini berakar dari kesalahannya yang sering mangkir dari tugas mengajarnya.
Pemecatan Nur Aini terjadi lantaran ia tidak mengajar selama lebih dari 28 hari, dan itulah cara yang digunakan Pemkab Pasuruan mendisiplinkannya.
Nur Aini memiliki harapan agar bisa bertemu dengan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo alias Mas Rusdi.
Katanya, ia sudah mengurus perpindahan tugasnya ke BPSDM sejak 2023 namun belum ada tanggapan hingga akhirnya ia curhat kepada Cak Sholeh.
Nur Aini mengaku bahwa adanya dugaan permainan presensi yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah, hingga ia dianggap absen mengajar.
"Karena absen saya itu dibolong-bolongi Pak, direkayasa sama kepala sekolah, sehingga absen saya alfa," katanya.
Banyaknya presensi yang bolong membuat ia dipanggil oleh BPSDM.
Baca Juga: Bertugas di Daerah 3T, Kemenag RI Beri Anugerah pada Guru PAl Asal Riau
Nur Aini pun memenuhi panggilan tersebut dan mnujukkan bukti-bukti berupa presensi miliknya, namun katanya, pihak BPSDM enggan menunjukkan presensi yang mereka miliki.
Itulah pengakuan Nur Aini guru Pasuruan yang viral setelah curhat kepada Pengacara Cak Sholeh di TikTok.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!