news

Usai Viral Kasus Nenek Elina, Beredar Kabar Seorang Kakek Meninggal Dunia Usai Rumahnya DIbongkar Paksa, Ternyata Cuma Hoaks? Begini Faktanya

Selasa, 30 Desember 2025 | 13:00 WIB
Pemkot Surabaya meluruskan beredarnya informasi soal kabar viral soal rumah lansia yang dirobohkan paksa karena ternyata tidak sesuai fakta (Instagram/info_surabaya)

Baca Juga: Polisi Ungkap Peran 2 Tersangka Kasus Pengusiran-Perobohan Rumah Nenek Elina, Samuel Ardi Kristanto yang Beri Perintah?

Ketua RT setempat, Agustinus, menjelaskan bahwa kakek berinisial T sebelumnya menyewa rumah tersebut hingga tahun 2020.

Setelah penyewa meninggal, rumah itu kemudian ditempati oleh saudara-saudaranya. Namun, sejak 2021 hingga 2025 tidak ada lagi pembayaran sewa.

Karena tunggakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun, pemilik rumah memutuskan melakukan renovasi untuk kembali disewakan kepada pihak lain.

Agustinus juga menegaskan bahwa kabar yang menyebut kakek meninggal akibat dipaksa keluar rumah tidak benar.

Baca Juga: Apa Itu Madas? Mengenal Ormas yang Dituding Terlibat dalam Pengusiran dan Perobohan Rumah Nenek di Surabaya

Ia menjelaskan bahwa salah satu anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut memang sempat jatuh sakit dan meninggal dunia setelah kejadian, namun bukan karena tindakan pengusiran paksa, melainkan faktor kesehatan.

"Pembongkaran ini bukan pembongkaran paksa, tapi karena atapnya itu dipotong dan yang punya ini nggak terima. Kami juga sudah kumpulkan semua, baik dari RT, RW, Kelurahan dan diselesaikan di polsek bubutan," ujar Ketua RW setempat.

Dalam video tersebut warga sekitar juga memberikan kesaksian dan menyatakan bahwa narasi yang menyebut ada lansia meninggal karena rumahnya dirobohkan paksa di Surabaya adalah tidak benar alias hoaks.

Peristiwa tersebut murni terkait urusan sewa-menyewa rumah dan telah diselesaikan baik secara kekeluargaan dan juga sudah melalui proses mediasi secara hukum.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Dugaan Pengusiran Paksa Nenek Elina di Surabaya, Polda Jatim Periksa 4 Orang Saksi

Pemerintah Kota Surabaya menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai potongan video atau narasi yang tidak jelas sumber dan konteksnya.

Isu sensitif seperti ini berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Publik diharapkan lebih bijak menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

 

Halaman:

Tags

Terkini