SketsaNusantara.id – Di tengah ramainya kasus viral pengusiran paksa dan perobohan rumah milik Nenek Elina Widjajanti di Surabaya, media sosial kembali dikejutkan dengan beredarnya kabar serupa.
Sebuah video viral menarasikan adanya seorang kakek di Surabaya yang rumahnya dibongkar paksa hingga mengalami serangan jantung dan meninggal dunia.
Dalam video berdurasi 30 detik memperlihatkan pembongkaran sebuah rumah, disertai narasi bahwa korban lansia dikabarkan meninggal karena tidak kuat menahan beban psikologis setelah rumahnya dirobohkan.
Tampak foto korban dan momen saat kakek tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan karna mengalami serangan jantung. Nyawanya tak tertolong, setelah beberapa hari dirawat.
Publik sontak bereaksi keras. Video tersebut viral membuat situasi kian memanas dan semakin memancing emosi masyarakat mengingat kasus Nenek Elina sendiri masih dalam proses hukum dan kini menjadi perhatian nasional.
Menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Kota Surabaya bersama perangkat kampung setempat langsung bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kebenaran kabar yang beredar di media sosial.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, hasil pengecekan di lapanagn menunjukkan bahwa informasi tersebut ternyata tidak sesuai fakta.
Warga dan perangkat kampung setempat menyebut informasi yang beredar di media sosial tidak benar. Faktanya, peristiwa yang dinarasikan dalam video viral sebenarnya adalah masalah penyewaan rumah.
Agustinus, Ketua RT setempat menjelaskan bahwa peristiwa pembongkaran rumah itu terjadi pada bulan Oktober 2025 lalu. Dalam pernyataannya, lansia yang disebut-sebut sebagai korban ternyata bukan pemilik tetapi penyewa rumah.
Ketua RW setempat menegaskan bahwa pembongkaran rumah tidak dilakukan secara paksa. Persoalan tersebut muncul saat terjadi kesalahan dalam proses renovasi dan sebelumnya sudah diselesaikan melalui Polsek Bubutan.
"Yang menyewa rumah ini sebelumnya sudah meninggal terus adik-adiknya tinggal di sini. Lalu salah satu di antara mereka, Ahwan namanya, itu meninggal setelah kejadian," kata Agustinus dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akaun Instagram @info_surabaya pada hari Senin, 29 Desember 2025.
"Jadi waktu mau pindah rumah, mungkin Ahwan kecapekan lalu pingsan. Sempat ada ambulans juga bawa ke rumah sakit, jadi informasi itu tentang sewa menyewa rumah bukan pembongkaran paksa," tuturnya.