SketsaNusantara.id - Natal tahun 2025 dijalani dalam kondisi berbeda bagi sebagian warga di Sumatera. Banjir melanda beberapa wilayah dan memengaruhi perayaan akhir tahun.
Tiga provinsi terdampak banjir membuat banyak keluarga menjalani Natal secara sederhana. Perayaan tetap dijalani agar makna Natal tidak hilang.
Situasi serupa dialami anak-anak di Hutanabolon dan Sipange, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Mereka merayakan Natal di posko pengungsian.
Baca Juga: Cerita Korban Banjir di Aceh Tamiang, Menolak Ambil Banyak Bantuan Logistik, Ternyata Karena...
Meski berada di tenda darurat, kebahagiaan tetap terlihat pada wajah anak-anak. Momen Natal tetap dinantikan meski dalam keterbatasan.
Suasana posko berubah saat figur Santa Claus datang membawa hiburan. Kehadiran tersebut menjadi kejutan bagi anak-anak pengungsi.
Akun Instagram @rizkisiahaan_ membagikan video kedatangan Santa Claus ke posko pengungsian. Santa membawa banyak kado untuk anak-anak.
“Edsi Christmas, kita bawa Santa Claus untuk anak-anak pengungsi di Hutanabolon. Damai Natal menghampiri kita semua di mana pun kita berada,” tulis keterangan video tersebut.
Dalam rekaman itu, anak-anak terlihat antusias menyambut kedatangan Santa Claus. Mereka berlari keluar tenda menuju mobil pembawa hadiah.
Anak-anak langsung mengantre untuk mendapatkan kado Natal. Wajah ceria terlihat meski lingkungan sekitar masih terdampak bencana.
“Pak bagi kadonya, pak,” ucap salah satu anak dalam video tersebut.
Keceriaan Natal tidak berhenti pada pembagian hadiah. Anak-anak juga bermain bersama Santa Claus di dalam tenda posko.
Kegiatan dilanjutkan dengan bernyanyi bersama. Lagu Natal seperti Jingle Bells dinyanyikan sambil bertepuk tangan.