Anak-anak di Desa Sekumur juga terdampak langsung. Perlengkapan sekolah mereka hanyut terbawa banjir. Kegiatan belajar belum dapat berjalan normal.
Banjir bandang juga meninggalkan tumpukan kayu besar. Kayu-kayu itu menutupi area permukiman dan jalur desa. Hingga kini, belum terlihat alat berat untuk pembersihan.
Warga memanfaatkan potongan kayu sebagai jalan darurat. Jalur tersebut digunakan untuk mobilitas harian. Kondisi desa masih jauh dari pulih sepenuhnya.
Lebih dari tiga pekan pascabencana, Desa Sekumur masih berjuang. Akses terbatas dan kerusakan berat masih menjadi tantangan utama. Proses pemulihan masih terus berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!