Bagi wanita tersebut, satu-satunya modal yang tersisa saat ini selain doa adalah tenaga.
“Kami butuh tenaga, untuk perjalanan kami butuh waktu 9 jam. Semangat,” ungkapnya lagi.
Di akhir video, wanita itu menitipkan permohonan kepada siapapun yang melihat videonya.
“Doakan semoga perjalanan kami aman-aman, tidak ada bahaya,” imbuhnya lagi.
Kisah ini menjadi pengingat nyata betapa sulitnya distribusi bantuan di wilayah terpencil pascabencana, di mana satu paket sembako harus dibayar dengan keringat dan perjalanan kaki selama berjam-jam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!