Bagi wanita tersebut, satu-satunya modal yang tersisa saat ini selain doa adalah tenaga.
“Kami butuh tenaga, untuk perjalanan kami butuh waktu 9 jam. Semangat,” ungkapnya lagi.
Di akhir video, wanita itu menitipkan permohonan kepada siapapun yang melihat videonya.
“Doakan semoga perjalanan kami aman-aman, tidak ada bahaya,” imbuhnya lagi.
Kisah ini menjadi pengingat nyata betapa sulitnya distribusi bantuan di wilayah terpencil pascabencana, di mana satu paket sembako harus dibayar dengan keringat dan perjalanan kaki selama berjam-jam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Seskab Teddy Indra Wijaya Minta Warga Bijak di Tengah Bencana Sumatra: Jangan Menggiring Opini Seolah Pemerintah Tidak Bekerja
Gas LPG Langka di Aceh Tengah, Warga Takengon Terpaksa Pakai Kayu Hanyut Sebagai Pengganti, Netizen: Kembali ke Bahan Kayu Bakar
BRI Bersama Danantara Salurkan Bantuan Bencana Sumatra, Kerahkan 1.066 Relawan dan Kirim Ratusan Armada Kemanusiaan
Yenny Wahid Ungkap Adanya Tekanan Menteri Terkait Izin Tambang Ormas di Haul Gus Dur ke-16: Saya Mendukung Seruan KH Said Aqil Siroj
5 Fakta Hari Ibu Nasional 22 Desember: Sejarah, Makna, hingga Alasan Dirayakan Berbeda dengan Mother's Day
Heboh, Masyarakat Aceh Barat Temukan Pasir Bercampur Emas di Halaman Rumah Seorang Warga, Netizen: Jangan Diviralkan!
Heboh! Pria di Aceh Tamiang Temukan Genangan Air Diduga Bercampur Solar, Warga: Sekitar 20 Persen