news

Salurkan Bantuan 60 Ton, Tangis UAH Pecah Sambangi Korban Terdampak Bencana di Aceh: Setidaknya Tidak Malu di Hadapan Nabi Ketika Pulang Nanti...

Jumat, 19 Desember 2025 | 12:00 WIB
Potret Ustadz Adi Hidayat (UAH) berikan dukungan moral dengan menyalurkan 60 ton bantuan untuk warga terdampak bencana di Aceh dan Sumatera (Instagram/adihidayatofficial)

SketsaNusantara.id – Ustadz Adi Hidayat (UAH) turut sambangi korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor ke Aceh Tamiang.

Pendakwah asal Pandeglang, Banten itu memberikan dukungan moral sekaligus membawa bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar untuk meringankan beban warga yang tengah berjuang bangkit dari bencana.

Dalam kunjungannya, UAH menyalurkan bantuan logistik mencapai 60 ton yang dikirim dari Jakarta. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti bahan makanan, air minum, obat-obatan, hingga genset guna menopang kebutuhan listrik darurat di wilayah terdampak bencana.

Baca Juga: Stop Atraksi Politik! UAH Ingatkan Elit Politik untuk Fokus Prioritaskan Bantu Korban Bencana dan Lakukan Evaluasi hingga Serukan Taubat Nasional

Logistik ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga yang sebagian besar kehilangan harta benda akibat terjangan banjir dan tanah longsor.

Tak hanya melalui jalur darat, UAH juga memastikan distribusi bantuan menjangkau daerah-daerah yang terisolasi. Sebanyak 10 ton tambahan bantuan dikirim melalui jalur udara ke sejumlah wilayah di Aceh yang akses jalannya terputus.

Proses pengiriman bantuan ini mendapat dukungan dari TNI melalui penyediaan pesawat angkut, sehingga bantuan dapat tiba lebih cepat dan tepat sasaran.

Di Kampung Kota Lintang Bawah, Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, UAH juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp500 ribu untuk setiap keluarga terdampak.

Baca Juga: Jangan Angkuh! Wakil Rakyat Malaysia Kecewa Bantuan Korban Bencana Sumatra Dinilai 'Tak Seberapa', Sampaikan Kritik Keras untuk Pemerintah Indonesia

Bantuan ini diberikan sebagai pegangan awal bagi warga untuk memenuhi kebutuhan paling mendesak, seperti membeli makanan, perlengkapan kebersihan, atau keperluan anak-anak.

Momen haru tak terelakkan ketika UAH menyampaikan pesan di hadapan masyarakat. Dengan suara bergetar, ia menegaskan kehadirannya bukan sebagai penceramah, melainkan sebagai saudara yang ingin membersamai di masa sulit.

"Hari ini saya datang membersamai bapak-ibu semua. Saya datang sebagai keluarga, datang sebagai saudara, bukan ingin dipandang sebagai ustadz," ujar UAH, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah kanal YouTube Adi Hidayat Official pada hari Rabu, 17 Desember 2025.

Baca Juga: Haykal Kamil Bagikan Pengalamannya saat Datangi Lokasi Banjir di Aceh, Adik Zaskia Mecca: Mereka yang Bertahan Adalah Manusia Hebat

Tangis UAH pecah saat ia menyampaikan refleksi batin tentang makna kemanusiaan dan menyinggung tanggung jawabnya nanti ketika berpulang menghadap sang pencipta.

Halaman:

Tags

Terkini