Menurutnya, banyak komunitas yang hanya fokus menyalurkan bantuan ke lokasi-lokasi yang sudah viral di media sosial, sementara daerah lain yang kondisinya tak kalah parah justru terabaikan.
"Beberapa kali kami mencoba mengarahkan ke lokasi lain yang lebih membutuhkan, tapi mereka tetap memilih untuk menyalurkan ke tempat yang sudah viral," jelasnya.
Akibatnya, bantuan yang masuk tidak terdistribusi secara adil.
Keresahan lain yang dirasakan Andja adalah cara korban diperlakukan dalam proses penyaluran bantuan.
Dokumentasi penyaluran donasi dinilai kerap mengabaikan kondisi psikologis korban.
"Kewajiban harus mendokumentasi proses penyaluran donasi yang dalam kondisi bencana saat ini sebenarnya kita harus hati-hati karena korban posisinya sangat fragile,"
"Jangan sampai proses dokumentasi yang dilakukan justru merendahkan martabat korban sebagai manusia," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!