SketsaNusantara.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan kelancaran operasional, Daop 9 telah menyiapkan armada dan personel siaga.
Lokomotif ini terdiri dari 10 lokomotif dinas atau reguler dan lokomotif cadangan serta kereta api khusus penanganan darurat (rescue).
Baca Juga: Pastikan Nataru Berjalan Aman, PT KAI dan KNKT Inspeksi Jalur Kereta Api: Ada Beberapa Titik Rawan
Lokomotif ini disediakan di stasiun kereta api Jember serta di stasiun kereta api Ketapang.
Sedangkan lokomotif cadangan serta lokomotif rescue merupakan lokomotif yang disediakan untuk mengantisipasi keterlambatan dan memastikan kelancaran kereta api dan menekan keterlambatan perjalanan kereta api.
Ini untuk mengantisipasi kendala teknis, gangguan cuaca bahkan kecelakaan hingga disiapkan lokomotif rescue.
Pemberlakuan ini berlaku mulai 18 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 dan hal itu dikonfirmasi oleh Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.
"Kami menyediakan 12 lokomotif, 10 lokomotif dinas dan 2 lokomotif cadangan yang kami letakkan di stasiun Ketapang dan stasiun Jember," ungkapnya dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Seluruh rangkaian kereta penumpang, termasuk kelas Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi menurutnya telah melalui proses ramp check menyeluruh untuk memastikan kelayakan jalan.
Sementara itu, Daop 9 Jember memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah penumpang selama periode Nataru, terutama pada rute-rute favorit yang menghubungkan Jember dengan kota-kota besar di Jawa, seperti Surabaya, Malang, hingga Yogyakarta dan Bandung.
Untuk itu, selain kesiapan armada, Daop 9 juga meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan di seluruh wilayah operasinya yang meliputi Stasiun Banyuwangi hingga Pasuruan.