Prompt tersebut menjelaskan secara rinci bagaimana AI harus memproses foto asli menjadi karakter animasi 3D.
Kukuh Arif menekankan bahwa ciri wajah asli tetap harus dikenali, meskipun ditransformasikan ke dalam bentuk kartun dengan proporsi yang dilebihkan, seperti kepala memanjang, kelopak mata besar, dan bentuk wajah membulat.
Selain itu, detail mengenai tekstur kulit juga menjadi perhatian utama. Kulit digambarkan harus memiliki kesan glossy dan menyerupai plastik dengan gradasi warna yang bersih serta highlight yang halus.
Elemen pencahayaan juga tidak luput dari perhatian, di mana prompt tersebut menyarankan penggunaan pencahayaan studio lembut, latar belakang warna solid, serta sentuhan high-end rendering ala Pixar.
Kendati demikian, prompt yang ditulisnya bukanlah perintah lengkap dalam mengubah foto asli menjadi karakter animasi 3D.
Kukuh berjanji membagikan prompt lengkap tren tersebut kepada netizen yang memberikan komentar 'animasi' di unggahannya itu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!