SketsaNusantara.id - Lima korban insiden mobil pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara, kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Koja.
Para korban terdiri atas satu guru dan empat siswa yang mengalami luka dengan tingkat cedera berbeda. Pemeriksaan terus dilakukan oleh tim medis untuk memastikan kondisi para korban stabil.
Insiden tersebut terjadi saat kegiatan sekolah berlangsung. Setelah kejadian, seluruh korban langsung dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan penanganan cepat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pemantauan langsung melalui jajaran terkait.
Upaya penanganan dilakukan sejak hari pertama, termasuk pendampingan kepada keluarga para korban.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan kondisi salah satu guru yang mengalami patah kaki.
"Di sini ada lima, yaitu yang satu guru, kakinya patah. Tadi kita juga sudah ketemu, beliau sadar segala macam, dan Insyallah segera akan operasi," ujarnya kepada awak media, Kamis 11 Desember 2025.
Guru tersebut masih menjalani observasi untuk memastikan kesiapan tindakan operasi sesuai kebutuhan medis.
Empat korban lainnya adalah siswa SDN Kalibaru 01. Salah satu siswa mengalami luka cukup berat dan memerlukan perawatan lanjutan dari dokter ortopedi.
Rano Karno menuturkan bahwa ada cedera pada bagian wajah, namun pemeriksaan menunjukkan kepala dan otak tidak terdampak. Kondisi ini tetap membutuhkan penanganan khusus hingga pasien dinyatakan pulih oleh tim medis.
Rano Karno juga menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada korban meninggal akibat insiden tersebut. Pernyataan itu disampaikan untuk menjawab beredarnya informasi keliru yang sempat muncul.
Dia menekankan bahwa semua korban selamat dan masih dalam pemantauan intensif dari pihak rumah sakit.