news

Minta Maaf Usai Rincian Bantuan Viral di Medsos, Kementan Klarifikasi soal Harga Beras untuk Korban Banjir Sumatera yang Ramai Disorot Publik

Selasa, 9 Desember 2025 | 12:30 WIB
Potret bantuan beras Kementan yang akan disalurkan untuk korban terdampak bencana banjir di Aceh hingga Sumatera Barat (pertanian.go.id)

SketsaNusantara.id – Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya angkat bicara setelah rincian bantuan untuk warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh hingga Sumatera Barat viral di media sosial.

Melalui akun media sosial resmi, Kementan menyampaikan permohonan maaf sekaligus klarifikasi terkait data bantuan yang sebelumnya menimbulkan kesalahpahaman.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan beredarnya foto rincian bantuan Kementan senilai Rp73,5 miliar. Salah satu yang mencuri perhatian adalah bantuan beras yang harganya tercatat mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Baca Juga: Heboh Beredar Rincian Bantuan Kementan 73 M untuk Korban Bencana Sumatra, Publik Soroti Harga Sembako yang Dinilai Janggal: Lebih Buruk dari Tengkulak

Dalam foto yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa ada lebih dari 21 ribu kilo beras senilai Rp 1,312 miliar yang tercantum dalam tabel rincian. Hal tersebut seketika jadi perbincangan hangat publik.

Warganet menilai ada yang janggal karena harga beras tersebut jauh lebih mahal padahal harga beras hanya berkisar Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram di pasaran.

"Liat ada yang aneh gak? beras 1,312,450,000 dibagi 21,874 jadi Rp60 ribu/kg, artinya harga beras 15 kg harganya Rp900 ribu," ungkap salah satu warganet dari tangkapan layar yang diunggah akun Instagram @lambe_turah pada hari Senin, 8 Desember 2025.

"Lebih buruk daripada tengkulak. Terakhir saya beli di Sidikalang (Sumut), harga beras 15 kg hanya 250 ribu. Beras yang saya beli bukan beras Bulog tapi merek Kuku Balam (beras premium)," pungkasnya.

Baca Juga: Arab Saudi Siap Kirim Bantuan Untuk Korban Bencana Sumatra Jika Pemerintah Indonesia Membuka Peluang, Netizen Sindir Gengsi Tinggi Pemerintah

Sorotan publik semakin deras lantaran harga tersebut dinilai tidak masuk akal, bahkan muncul dugaan adanya praktik korupsi yang menuntut kejelasan pemerintah.

Kritik pun mengalir deras, terutama karena bantuan tersebut diperuntukkan bagi korban bencana yang kini sedang mati-matian berjuang bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Menanggapi hal tersebut, Kementan akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihaknya menjelaskan bahwa rincian tersebut tidak tertulis secara lengkap sehingga menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga: Ferry irwandi Bawa 10 Ton Bantuan untuk Korban Banjir di Sumatra Barat, Sampaikan Terima Kasih Kepada Polri dan TNI untuk Transportasi Udara

"Terima kasih atas perhatian publik. Kementan menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penulisan satuan pada data bantuan beras yang sebelumnya beredar," tulisnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @kementan pada hari Senin, 8 Desember 2025.

Halaman:

Tags

Terkini