Unggahan tersebut menekankan bahwa kehilangan ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi panitia, relawan, dan seluruh komunitas trail running Indonesia.
Panitia menuliskan apresiasi kepada seluruh tim medis dan relawan yang telah bekerja maksimal dalam upaya pertolongan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa olahraga ekstrem seperti trail run memiliki risiko tinggi, terutama di medan gunung dengan kondisi cuaca yang tidak selalu menentu. Banyak warganet menyoroti pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum mengikuti ajang seperti ini.
"Olahraga extreme + cuaca extreme, benar2 harus fit dan ready" tulis komentar @gk_wibisana77.
Meski begitu, dukungan dan doa terus mengalir untuk keluarga almarhum
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan ketenangan hati,” doa dari penyelenggara sekaligus menutup keterangan caption unggahan akun @siksorogolawuultra.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!