news

Pemasangan Pita Taktik di Trotoar Soekarno-Hatta Probolinggo Tuai Sorotan, Warga Pertanyakan Fungsi dan Penempatan

Senin, 8 Desember 2025 | 14:00 WIB
Pita taktil di trotoar Jalan Soekarno-Hatta Probolinggo menuai sorotan karena terpasang tepat mengarah pada sebuah tiang. (Instagram/probolinggokita)

SketsaNusantara.id - Sebuah unggahan di media sosial kembali memantik diskusi hangat di kalangan warga Probolinggo.

Melalui platform Facebook, seorang pengguna bernama Agus Mujianto mengunggah foto kondisi trotoar di Jalan Soekarno-Hatta, Probolinggo, yang memperlihatkan pemasangan pita taktil berwarna kuning.

“Yg membangun trotoar jalan soekarno-hatta probolinggo ngerti gak ya fungsi pita taktil yg warna kuning itu?” tulis Agus Mujianto.

Baca Juga: Amanda Zahra Kerja Apa? Inilah Sosok Selebtwit yang Kini Menikah Lagi Usai Sebelumnya Viral Gegara Diselingkuhi Suaminya

Sebuah pertanyaan yang secara tidak langsung menyinggung dugaan kesalahan penempatan fitur keselamatan bagi penyandang disabilitas netra.

Unggahan Agus kemudian dibagikan ulang oleh akun Instagram @probolinggokita, yang menambahkan penjelasan mengenai fungsi dan pentingnya pita taktil.

Namun, dalam keterangan unggahan itu, admin turut mengungkapkan bahwa pemasangan fitur tersebut di Jalan Soekarno-Hatta mendapatkan banyak keluhan karena dianggap tidak sesuai standar, terutama adanya objek fisik yang berdiri tepat di jalur kuning.

Baca Juga: Viral Aksi Bule Berjoget di Puncak Candi Borobudur dengan Pakaian Tak Pantas Picu Kecaman Keras, Pengelola Ambil Tindakan Tegas

“Pemasangan pita taktil atau fitur keselamatan penting untuk penyandang tunanetra di Jalan Soekarno Hatta dikeluhkan warga. Pasalnya terdapat tiang yang berada tepat di tengah-tengah garis kuning,” tulis akun akun @probolinggokita yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.

“Pita taktil (tactile paving/strip) adalah fitur keselamatan penting untuk penyandang tunanetra, berupa ubin atau strip bertekstur (garis-garis atau titik-titik timbul) yang dipasang di trotoar dan area publik untuk memberikan petunjuk arah, peringatan bahaya (seperti tepi tangga, persimpangan jalan), atau menandai area aman, membantu mereka ‘membaca’ lingkungan dengan tongkat atau kaki,” lanjut admin juga memberikan edukasi mengenai fungsi pita taktil.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi kritik halus agar pihak terkait lebih memahami standar pemasangan fasilitas publik, terutama yang menyangkut aksesibilitas.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Pison Kogoya, Viral Anak Papua Berhati Mulia yang Rela Bongkar Celengan untuk Bantu Korban Banjir di Sumatra, Aksinya Tuai Pujian

Unggahan itu segera memicu banyak komentar dari warganet yang merasa kondisi seperti ini sudah terlalu sering terjadi di berbagai proyek pembangunan trotoar. Beberapa komentar menunjukkan kekesalan, sementara yang lain menyampaikan sindiran bernada humor.

“Pokok dadi, tak ngurus make selebet tapetunung mbik cagak, duh kah,” tulis @gedhangliring. Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi "Pokok jadi, gak ngurus meski yang lewat menabrak tiang, duh kak".

“Gk kaget, trotoar ae digaee dodolan, spd motoran gk helman, bunderaan gae tempat cangkrukan/tongkrongan, dll... Ws podo ae kabeh kelakuane gk berpendidikan... Gk usl saling menyalahkan,” tulis akun @mbah_akhbar memberikan komentar panjang yang mengkritik kebiasaan masyarakat menggunakan trotoar secara tidak tepat.

Halaman:

Tags

Terkini