SketsaNusantara.id - Relawan dan tokoh publik Ferry Irwandi kembali menjadi sorotan publik setelah aksinya turun langsung ke wilayah terdampak banjir bandang di Aceh dan Sumatra viral di media sosial.
Melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi @irwandiferry, Ferry tampak berada di lokasi terdampak sejak 4 Desember 2025 untuk menyalurkan donasi yang berhasil ia galang melalui Kita Bisa.
Keberadaan Ferry di lapangan mendapat perhatian luas, tidak hanya karena bantuan yang dibawa, tetapi juga karena penjelasan detailnya mengenai kondisi sungai yang berubah drastis akibat fenomena alam ekstrem.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan tersebut, Ferry menjelaskan bahwa Sungai Guwo di Sumbar mengalami fenomena fluvial geo1morphology, yakni perubahan morfologi sungai yang terjadi secara cepat akibat curah hujan ekstrem.
“Jadi Sungai Guwo di Sumbar, mengalami fenomena fluvial geomorphology, jadi debit air naik brutal dalam waktu singkat. Hujan ekstrem bikin kapasitas sungai tertampaui,” tulisnya dalam caption.
Pernyataan itu menggambarkan betapa cepatnya kondisi sungai berubah hingga menimbulkan kerusakan yang meluas. Ferry menunjukkan bahwa debit air tidak hanya meningkat secara tiba-tiba, tetapi juga melampaui daya tampung sungai.
“Saat debit melonjak jauh di atas daya tampung palung sungai, air pasti cari jalur baru. Ditambah ada material dari hulu (longsor, pasir, batang kayu) menutup alur lama. Air lalu membelah diri,” tambahnya.
Kondisi inilah yang menyebabkan aliran baru terbentuk dan meluap ke permukiman warga. Dalam video tersebut, Ferry juga mengungkap bahwa rumah-rumah warga rusak parah, jembatan hancur, dan aliran sungai berubah menjadi tiga.
“Jadi sungainya awalnya satu, sekarang melebar ke sini. Jadi punya tiga, tiga aliran sungai yang awalnya satu dan sekarang kayak gini. Jadi dulu ini rumah penduduk. Bukan mereka buat tengah sungai, karena awalnya bukan sungai,” ucapnya dalam video.
Selain itu, Ferry sempat melakukan dialog dengan seorang warga yang mendampinginya di lokasi. Ia menanyakan asal bebatuan besar yang memenuhi area tersebut. Warga menjelaskan bahwa bebatuan itu tidak pernah ada sebelumnya.
“Tapi bebatuan ini dari awal ada? Enggak ada, Bang… Berarti ini tanah semua… Bebatuan ini tercipta alami,” ucap Ferry.