news

Rocky Gerung Sebut Pemerintah Gagal Menanggulangi Bencana di Sumatra: Bangsa Kaya Raya tapi Paradoks

Minggu, 7 Desember 2025 | 20:30 WIB
Rocky Gerung memberikan kritik keras kepada pemerintah yang dinilai gagal dalam menangani bencana alam banjir dan longsor di Sumatra. (Tangkapan layar channel YouTube/Rocky Gerung Official)

“Dan itu yang menyebabkan orang sekarang menganggap bahwa lebih baik bayar pajak lewat bencana dari pada ditagih oleh pemerintah,” imbuhnya.

Sebaliknya, pemerintah seolah abai akan rasa kemanusiaan dan ini sangat bertolak belakang dengan Pancasila yang selama ini digaungkan.

“Itu mengolah batin kita untuk menilai apakah Pancasila yang sering diucapkan dalam berbagai pidato itu dimengerti pemerintah atau tidak?” tanyanya.

Baca Juga: Kecewa, Meisya Siregar Bandingkan Aksi Tanggap Bencana Pemerintah dengan Warga Sipil hingga Soroti Pernyataan Sejumlah Pejabat

Sebagai negara yang sangat besar dan kaya akan sumber daya alam dan budayanya, nyatanya tidak membuat Indonesia lepas dari berbagai paradoks.

“Kita mau pastikan ini karena inilah ujian pertama betapa satu bangsa yang kaya raya tetapi masuk dalam berbagai macam paradoks,” tegasnya.

Pembabatan hutan dilakukan begitu masif dan tak terkendali namun tidak dibarengi dengan usaha reboisasi yang efektif.

Baca Juga: Prihatin dengan Banjir Sumatra, Meisya Siregar Mengaku Kecewa dengan Pemerintah: Banyak Statement yang...

“Hutan yang dibabat, oligarki, hendak dipulihkan dengan cara dikembalikan pada pebisnis melalui segala macam skema,” sambungnya.

Penebangan hutan seharusnya diimbangi dengan konservasi atau upaya perlindungan secara bijak demi kehidupan yang keberlanjutan.

“Padahal sebetulnya kita mengerti bahwa setiap upaya konservasi artinya dikembalikan kepada alam,” ujarnya.

Baca Juga: Ingin Bantu Korban Banjir Sumatra, 4 Bantuan Internasional Ini Menunggu Lampu Hijau dari Pemerintah Indonesia

Kegagalan pemerintah semakin terpampang nyata dengan tidak adanya upaya yang serius dalam mengembalikan ekosistem hutan.

“Kemarahan publik itu datang bersamaan dengan kegagalan pemerintah untuk memberikan kepastian bahwa reboisasi itu harusnya betul-betul dalam pengertian konservasi,” tutup Rocky.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Tags

Terkini