news

Ingin Bantu Korban Banjir Sumatra, 4 Bantuan Internasional Ini Menunggu Lampu Hijau dari Pemerintah Indonesia

Minggu, 7 Desember 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi bantuan internasional yang siap bantu korban banjir di Sumatra (Freepik)

1. Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan rasa duka atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumtara.

Melalui pesan resmi kepada Presiden Prabowo, Pezeshkian menegaskan, pihaknya siap mendukung upaya pemulihan di Sumatra.

“Kami siap memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan penyelamatan untuk mendukung masyarakat di wilayah yang terdampak,” kata Pezeshkian sebagaimana dikutip dari IRNA.

Baca Juga: Gunakan 3 Truk, Ferry Irwandi Datangi Aceh Tamiang dan Simpang, Salurkan Bantuan Hasil Donasi untuk Korban Banjir di Aceh, Fokuskan Daerah Terisolir

2. PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyoroti bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Asia Tenggara, termasuk Sumatra.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric menawarkan bantuan internasional kepada negara terdampak, termasuk Indonesia.

“PBB terus berkomunikasi dengan otoritas di keempat negara (Indonesia, Sri Lanka, Thailand dan Malaysia) dan siap mendukung upata bantuan dan tanggap darurat,” ujar Dujarric sebagaimana dikutip dari laman PBB.

Baca Juga: Ferry Irwandi Ungkap Kondisi Tamiang Jika Keadaannya Sama Sekali Tidak Membaik dan Akan Terus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

3. Duta Besar UEA untuk Indonesia

Hal senada juga disampaikan Uni Emirat Arab melalui duta besarnya untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri.

Dalam jumpa pers yang digelar pada 5 Desember 2025, Abdulla Salem Al Dhaheri mengungkapkan pihaknya siap bergerak untuk turut membantu kapan pun dibutuhkan.

Namun pihak UEA menunggu lampu hijau dari pemerintah Indonesia untuk membuka pintu bantuan internasional.

“Kami akan selalu mendukung permintaan Indonesia dengan syarat mereka menyatakan ‘Ya, Indonesia terbuka untuk upaya internasional’,” ujar Abdulla.

Halaman:

Tags

Terkini