Video tersebut juga memuat tulisan overlay “SATLINMAS RESCUE ISTIMEWA SAR PARANGTRITIS”, menegaskan bahwa proses evakuasi ini dilakukan oleh tim terlatih yang sudah sering menangani berbagai kejadian darurat di kawasan pantai.
Unggahan ini langsung menuai banyak komentar dari warganet yang mengikuti kegiatan SAR Parangtritis.
Sebagian besar memberikan dukungan moral sekaligus rasa khawatir, terlebih setelah melihat kondisi petugas yang disebut mengalami luka lecet.
“Masnya ampe berdarah2,” tulis akun @agustinaunielstari.
Komentar ini merujuk pada kondisi salah satu petugas yang tampak mengalami lecet pada bagian tubuh akibat gesekan keras dengan pasir, ombak, dan tubuh ikan besar selama proses evakuasi.
“Alhamdulillah, tim yg lecet berdarah lekas sembuh,” komentar dari @herlinmeiningrum.
Ungkapan ini menunjukkan kepedulian warganet terhadap keselamatan tim SAR yang terlibat langsung dalam operasi penyelamatan tersebut.
Respons publik ini memperlihatkan betapa besar apresiasi masyarakat terhadap kerja keras tim SAR di lapangan.
Banyak yang memahami bahwa evakuasi hewan besar seperti hiu tutul tidak hanya memerlukan tenaga, tetapi juga keberanian dan keahlian khusus.
Hiu tutul atau whale shark (Rhincodon typus) termasuk spesies langka yang dilindungi secara global. M
eski jinak dan tidak berbahaya bagi manusia, hewan ini rentan terdampar akibat perubahan arus laut, cedera, hingga gangguan navigasi.
Ketika peristiwa seperti ini terjadi, peran tim SAR dan komunitas pesisir menjadi sangat penting untuk memastikan hewan tersebut dapat kembali ke habitatnya dengan selamat.