Sebelum terjun ke dunia politik, Mukhlis dikenal sebagai pengusaha konstruksi yang mendirikan PT Takabeya Perkasa Group pada 2004.
Ia pernah menjabat sebagai ketua DPD II Partai Golkar pada periode 2020-2025 dan hingga kini menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupten Bireuen sejak tahun 2022.
Mukhlis awalnya tak tertarik masuk dunia politik, namun pandangannya berubah usai sang kakak maju Pilkada Bireuen 2017.
Setelah sukses jadi timses yang membawa kemenangan untuk Saifannur-Muzakar (Fakar), perjalanan Mukhlis di dunia politik mulai menanjak naik hingga terpilih jadi bupati Bireuen dengan peraihan lebih dari 122 ribu suara di Pilkada 2024.
Mengutip dari situs resmi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Mukhlis ternyata punya kekayaan fantastis, mencapai Rp 14,38 miliar.
Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN) miliknya, Mukhlis diketahui memiliki 17 aset tanah dan bangunan di Kota Bireuen senilai Rp10,125 miliar.
Ia juga memiliki kendaraan pribadi termasuk mobil mewah Jeep Rubicon, Mobil Hummer H3 dan Motor Yamaha N-Max, dengan total senilai Rp415 juta.
Selain itu, Mukhlis juga diketahui memiliki harta bergerak lainnya sebesar RP1,5 miliar dengan Kas senilai Rp1,4 miliar dan harta lainnya sebesar Rp 932 juta.
Ayah 4 anak ini diketahui tidak memiliki hutang sehingga total kekayannya diketahui senilai Rp14,38 miliar
Mukhlis kini ramai jadi sorotan imbas perkataannya yang menuai protes. Di tengah bencana banjir dan longsor di Aceh, bupati Bireun malah mendukung penanaman kelapa sawit yang diduga ikut jadi penyebab kerusakan alam di Sumatera.
Di tengah bencana yang merenggut lebih dari 700 nyawa dan merusak puluhan kabupaten di Aceh dan Sumatera Barat, pernyataan Mukhlis soal penanaman sawit justru dianggap tidak menunjukkan empati.
Baca Juga: Ferry Irwandi Terjun Langsung ke Langkat Usai Galang Dana Rp10,3 Miliar untuk Korban Banjir Bandang
Warganet mengecam perkataan Mukhlis yang dinilai niremptai dan tak pantas dikatakan seorang pemimpin, apalagi Aceh belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir.