news

Satgas Ungkap 15 Titik Jalan Putus, 27 Jembatan Rusak, dan Alasan Bantuan Aceh Terpaksa Dikirim Melalui Jalur Udara

Kamis, 4 Desember 2025 | 20:30 WIB
Aceh luluh lantak oleh terjangan banjir. (X @BisKota)

SketsaNusantara.id - Upaya distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh menghadapi kendala serius sejak akses darat terputus.

Kondisi itu muncul setelah jalur utama tertutup lumpur dan beberapa titik jembatan mengalami kerusakan berat.

Situasi ini memaksa penyaluran bantuan beralih ke jalur udara untuk menjangkau daerah yang masih sulit ditembus.

Baca Juga: Dari Udara, Mualem Soroti Kerusakan Aceh: 3.310 Desa Terendam, Ratusan Ribu Mengungsi

Penjelasan tersebut disampaikan Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Aceh, Kolonel Inf Fransisco, dalam konferensi pers pada 3 Desember 2025.

Ia memaparkan bahwa pasokan bahan bakar menjadi masalah utama sejak distribusi BBM ke wilayah terdampak terhambat.

Truk pengangkut tidak dapat masuk karena akses menuju lokasi rusak dan tertutup lumpur.

Baca Juga: Bantuan Melalui Jalur Laut! Ferry Irwandi Salurkan Donasi hingga Pelosok Aceh

Menurut Fransisco, keterbatasan bahan bakar berdampak langsung pada pengerahan peralatan.

Banyak alat berat tidak dapat beroperasi karena pasokan BBM tidak tersedia. Ia menjelaskan situasi itu dengan menyebut, “Kendala yang ada di lapangan adalah kehabisan bahan bakar. Jadi untuk pengerahan kekuatan atau mobilisasi alat-alat berat kita terkendala dengan bahan bakar.”

Selain krisis BBM, kerusakan dan putusnya jalan menjadi hambatan tambahan dalam proses distribusi. Fransisco menyebutkan bahwa ada belasan titik jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Ia menjelaskan bahwa 15 ruas jalan terputus dan 27 jembatan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut terjadi di jalur nasional maupun provinsi yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Aceh.

Ia menegaskan data itu dengan pernyataan, “Ada 15 titik jalan ruas jalan yang terputus kemudian 27 titik jembatan yang putus baik jalan nasional maupun jalan provinsi.”

Dari total 18 kabupaten dan kota terdampak, empat wilayah sempat terisolasi sepenuhnya. Jalur akses tidak dapat dibuka karena kerusakan infrastruktur di sekitar wilayah tersebut. Fransisco menyampaikan bahwa beberapa titik kini mulai terbuka kembali meski prosesnya bertahap. Ia menjelaskan bahwa pembukaan akses dilakukan sesuai kondisi lapangan dan ketersediaan peralatan.

Halaman:

Tags

Terkini