news

Transparansi Penyaluran Donasi Rp10,3 Miliar Ferry Irwandi: Tahap demi Tahap Bantuan untuk Sumatra

Kamis, 4 Desember 2025 | 13:32 WIB
Sosok Ferry Irwandi yang mengungkap jika transparansi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat. (Instagram/irwandiferry)

SketsaNusantara.id - Ledakan solidaritas publik kembali terlihat ketika galang dana yang dibuka Ferry Irwandi di platform Kitabisa berhasil mencapai angka spektakuler, yakni Rp10,3 miliar hanya dalam hitungan 24 jam.

Lonjakan dukungan ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap bencana banjir besar di Sumatra masih sangat kuat.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan Instagram resmi @kitabisacom yang dibagikan ulang oleh Ferry Irwandi menampilkan rincian distribusi donasi yang disusun secara transparan dan terstruktur, mulai dari lokasi penerima, mitra penyalur, bentuk bantuan, nilai anggaran, hingga status penyalurannya.
 
Baca Juga: Bantuan Melalui Jalur Laut! Ferry Irwandi Salurkan Donasi hingga Pelosok Aceh

“Penyaluran donasi hasil galang dana @irwandiferry terus lanjut. Update dan rencana penyaluran donasi dari galang dana Bang Ferry Irwandi akan kami informasikan secara berkala,” tulis mereka.

Kalimat ini menjadi penanda bahwa laporan tidak berhenti pada satu tahap saja. Kitabisa menyampaikan bahwa seluruh proses penyaluran dapat terus dipantau melalui fitur Kabar Terbaru di halaman galang dana, sehingga setiap donatur merasa aman karena perkembangan penyaluran selalu disampaikan secara terbuka.

Pada penyaluran tahap pertama, bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang terdampak paling parah, seperti Tamiang Aceh, Agam, Langsa, hingga daerah-daerah di Sumatra Utara.
 
Baca Juga: Dalam Sehari Tembus Rp10,3 Miliar, Aksi Solidaritas Ferry Irwandi untuk Korban Banjir Sumatera Pecahkan Rekor Donasi

Dalam laporan tersebut terlihat bagaimana Save the Children menyalurkan paket sembako, selimut, dan air minum ke Tamiang Aceh dengan total anggaran Rp1.000.000.000 dan status “SUDAH DISALURKAN”.

Di Agam, Sumatra Barat, LAZ Nasional Salam Setara bergerak menyediakan tenda, dapur umum, dan pelayanan kesehatan dengan nominal Rp200.000.000.

Sementara itu, Basecamp Solidaritas Indonesia menyalurkan kebutuhan pengungsian di Langsa dan Aceh Tamiang sebesar Rp50.100.000.
 
Baca Juga: Siapa Ferry Irwandi? Inilah Konten Kreator Penggalang Dana Banjir Sumatra Capai Rp10 M dalam 24 Jam

Di beberapa wilayah lain seperti Tapanuli Selatan dan Deli Serdang, bantuan yang diberikan mencakup paket sembako, personal hygiene, perlengkapan keluarga, serta paket ibu dan anak, seluruhnya dengan status yang sama, yakni telah disalurkan kepada masyarakat.

Penyaluran tahap pertama ini juga mencakup pengiriman truk bantuan dalam jumlah besar. Mauko Bantu Kita menyalurkan 3 truk sembako (1 Truk Barang dari JKT & 2 Truk Sembako 1000 Paket) ke wilayah Langkat dan Tamiang dengan nilai Rp200.000.000.

Pada saat yang sama, Asar Humanity Aceh mengangkut dua truk dan pickup berisi sembako, hygiene kit, serta sandang ke wilayah Langsa, sementara Asar Humanity Pusat mengoordinasikan bantuan pangan, dapur umum, perlengkapan ibu dan anak, serta kelengkapan keluarga di Sibolga senilai Rp200.000.000.

Seluruh bantuan tahap pertama ini dikonfirmasi telah sampai ke titik distribusi, menegaskan kecepatan penyaluran yang menjadi perhatian banyak pihak.

Memasuki tahap kedua, penyaluran bantuan berkembang ke wilayah yang cakupan terdampaknya lebih luas. Pada laporan tersebut, WWF tercatat menyalurkan bantuan berupa beras, ikan kaleng, ikan teri Medan, gula, biskuit, obat-obatan, sarung, hingga mukena untuk wilayah Bener Meriah, Aceh Tengah, dengan nilai Rp200.000.000 dan status “SEGERA DISALURKAN”.

Hands Foundation memberikan santunan serta paket sembako untuk Pidie Jaya, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Takengon dengan nilai yang sama. Di wilayah Muara Batu, Aceh Utara, Elmansyur Peduli mengoordinasikan penyaluran sanitasi air bersih, obat-obatan, dan layanan cek kesehatan dengan alokasi Rp100.000.000.

Penyaluran tahap kedua juga mencakup kebutuhan pokok untuk pengungsian dan bayi di Desa Lobu Pining, Kec. Adian Koting, Tapanuli Utara, yang disalurkan melalui Call To Action (CTA), bernilai Rp100.000.000.

Sementara PLAN memberikan bantuan yang jauh lebih kompleks untuk masyarakat Aceh Tamiang, mencakup paket kesehatan perempuan, paket kebersihan, paket hunian darurat, rekreasi anak, hingga dukungan psikososial, dengan total anggaran mencapai Rp757.761.400.

Hingga wilayah Kec. Adiankoting di Tapanuli Utara, Yayasan Cakra Abhipraya Responsif menyiapkan bantuan berupa internet, selimut, perlengkapan ibu dan bayi, minyak goreng, susu, dan makanan tambahan lainnya dengan nilai Rp200.000.000. Seluruh penyaluran tahap kedua ini dicatat dalam status “SEGERA DISALURKAN”.

Pada bagian akhir laporannya, Kitabisa kembali menyampaikan bahwa penyaluran tahap ketiga dan seterusnya “akan terus dilakukan”, menandai bahwa proses distribusi masih berlangsung mengikuti perkembangan kebutuhan di lapangan.

Unggahan tersebut mendapat perhatian besar dari publik dan memicu berbagai komentar yang menunjukkan apresiasi, dukungan moral, hingga kritik konstruktif.

Dalam komentar, Ferry kembali menegaskan komitmennya terhadap pertanggungjawaban publik.

“Transparansi dan akuntablitas adalah kunci, ini juga akan terus kita update, ini amanah yang harus dijaga sampai sen terkecil. terus update ya teman-teman,” tegasnya.

“Hari ini udah ada kawan2 yang menyalurkan kesana, bisa cek di story ya,” tambah Ferry, memberi sinyal bahwa pengiriman bantuan benar-benar berjalan di lapangan.

Di tengah derasnya dukungan publik itu, Kitabisa menyisipkan pesan penting tentang keterbukaan. Mereka menegaskan kembali bahwa proses distribusi akan terus berlanjut dan setiap tahapannya akan dilaporkan secara berkala.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini