SketsaNusantara.id - Sejumlah wilayah di Sumatera kembali dilanda bencana besar.
Banjir bandang dan longsor memicu kerusakan luas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Fasilitas umum terdampak berat, sementara pencarian korban terus dilakukan di berbagai lokasi.
Kondisi cuaca juga ikut menyulitkan upaya penanganan di beberapa titik terdampak.
Ribuan permukiman warga di Aceh menjadi wilayah yang paling banyak terdampak. Bencana tersebut meliputi 18 kabupaten atau kota dan mengakibatkan gangguan besar terhadap aktivitas masyarakat.
Sejumlah jalur darat terputus dan banyak wilayah berada dalam kondisi terbatas. Data awal yang beredar menunjukkan tingginya jumlah warga yang harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, meninjau langsung lokasi terdampak melalui udara. Peninjauan dilakukan dengan pesawat untuk melihat cakupan kerusakan di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
Momen tersebut dibagikan melalui akun Instagram resminya pada Rabu, 3 Desember 2025. Dalam unggahan itu, Mualem terlihat mengenakan rompi BPBA sambil memperhatikan kondisi Aceh dari jendela pesawat.
Dalam unggahan tersebut, Mualem menulis, "Dari jendela pesawat, mata menangkap luka di Tanoh Rencong. Air meluap, rumah hanyut, dan wajah-wajah tabah menunggu harapan tiba."
Ia menyampaikan harapan agar wilayahnya segera pulih dari kerusakan besar yang terjadi. Selain itu, ia mengajak seluruh pihak untuk mendoakan para korban yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Data dari BNPB pada Rabu, 3 Desember 2025, mencatat setidaknya 218 korban jiwa di Aceh. Jumlah itu menjadikan Aceh sebagai salah satu provinsi dengan korban terbanyak dalam rangkaian bencana di Sumatera.