Oleh sebab itu, Pandji Pragiwaksono menyampaikan permohonan maaf ke masyarakat Toraja karena candaannya sudah memicu kemarahan.
Ini, Pandji berkomitmen untuk terus belajar lebih baik dalam hal apapun, termasuk budaya agar jadi komedian yang lebih baik di masa depan.
Ia berharap agar masalah tersebut tak tidak membuat para komika berhenti mengangkat nilai dan budaya Tanah Air dalam setiap karya mereka.
Penulis buku Persisten ini juga menilai kalau pelarangan komedian untuk membahas isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) adalah kurang tepat.
Tetapi harus dengan catatan penting tanpa merendahkan atau menjelekkan SARA dalam materi komedinya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!