news

Rektor UIN KHAS Jember Tekankan Kolaborasi Global dalam Seminar Internasional FTIK

Senin, 1 Desember 2025 | 17:15 WIB
Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni. (Humas UIN KHAS Jember)

SketsaNusantara.id - Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Hepni, kembali menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

Hal tersebut ia sampaikan pada seminar internasional yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melalui Zoom Meeting, menggantikan seminar yang sebelumnya berlangsung pada pertengahan November 2025 lalu.

Seminar berjudul “A Multidisciplinary Dialogue on Education, Science, Justice, Gender, Anthropology and Human Development” ini dibuka langsung oleh Prof Hepni.

Baca Juga: Moderasi Beragama Berakar Kuat pada Kearifan Lokal: Pesan Wakil Rektor III UIN KHAS Jember

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada para pembicara internasional, tamu undangan, serta seluruh peserta yang terlibat.

Menurutnya, tema seminar mencerminkan kenyataan bahwa persoalan global tidak dapat lagi dipahami dari satu sudut pandang saja.

"Tantangan hari ini sangat kompleks. Kita memerlukan kolaborasi lintas disiplin, lintas budaya, dan lintas institusi untuk melahirkan solusi yang tepat," ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca Juga: UIN KHAS Jember Teguhkan Komitmen Bentuk ASN Berintegritas Lewat Sosialisasi Disiplin dan Etika Kerja

Rektor menjelaskan bahwa dunia pendidikan kini bergerak dalam pusaran digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat. Karena itu, proses pendidikan harus beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, dan komitmen terhadap nilai keadilan.

Ia menekankan bahwa kajian gender, antropologi, serta isu-isu keadilan sosial penting untuk dimasukkan dalam kerangka pembangunan manusia.

"Pembangunan tidak boleh membuat siapa pun tersisih,” tegasnya.

Baca Juga: Lulusan UIN KHAS Jember Didorong Jadi Penggerak Perubahan di Tengah Laju Teknologi

"Ia harus menguatkan martabat manusia, memperbesar peluang, dan membangun masa depan yang lebih adil bagi semua," imbuhnya.

Melalui seminar ini, Prof. Hepni berharap tercipta ruang dialog akademik yang terbuka namun tetap serius, sehingga menghasilkan pemikiran baru yang dapat diterapkan dalam kerja sama antarnegara.

Halaman:

Tags

Terkini