SketsaNusantara.id – Geliat layanan perbankan tampak hidup di toko milik Ihkwan Rosadi (33). Layaknya di kantor bank, Ikwan, sapaan akrabnya, melayani hampir semua produk bank. Mulai tarik tunai, pembayaran angsuran bank, token listrik, premi BPJS, dan lainnya.
Meski berada di pelosok desa, agen BRILink yang dikelola Ikhwan justru menjadi jawaban para tetangganya dalam kemudahan mengakses layanan perbankan. Untuk menjangkau kantor BRI Unit yang ada di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, mereka harus menempuh jarak kurang lebih 12 kilo meter.
“Itu jarak terdekat. Kondisi jalan masih makadam. Bila memilih jalan yang agak bagus, jaraknya lebih jauh, sekitar 15 kilometer,” ujar Ikhwan kepada SketsaNusantara.id saat ditemui di rumahnya, Dusun Delik, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Sabtu 29 November 2025.
Baca Juga: Bermitra Menjadi Agen BRILink, Toserba ini Suguhkan Semua Layanan Perbankan
Secara geografis, desa tersebut merupakan daerah pegunungan. Itu sebabnya para tetangga Ikhwan sebagian besar bekerja sebagai petani palawijo. Saat musim kemarau, hampir serempak, mereka menanam tembakau.
“Kondisi ini menjadi pertimbangan saya untuk membuka Agen BRILink pada tahun 2021,” terang suami Muflikhah (31) tersebut.
Tidak hanya para tetangga satu desa yang menggunakan layanan perbankan, masyarakat luar Jombang juga tidak jarang melakukan transaksi keuangan di Agen BRIlink milik Ikhwan. Dia mengatakan, sebagian besar ia juga melayani masyarakat Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.
Baca Juga: Bermitra dengan BRI, Pemilik Agen BRILink Ini Sering Gagalkan Aksi Penipuan
“Selatan desa ini sudah masuk wilayah Kabupaten Nganjuk. Jadi pelanggan BRILink saya juga banyak dari Desa Pule,” ungkap bapak dua anak ini.
Warga Desa Pule, Jatikalen, Nganjuk tersebut bukan tanpa alasan memilih layanan transaksi keuangan di agen BRILink milik Ikhwan. Untuk menjangkau Kantor BRI Unit Jatikalen, jarak tempuh yang harus dilalui mencapai 15 sampai 20 kilometer. “Tergantung kondisi jalannya. Kalau memilih jalan bagus bisa mencapai 20 kilometer,” terang Ikhwan yang asli warga Desa Pule ini.
Pelanggan baru BRILink yang ia kelola bersama istri bertambah ramai saat musim panen tembakau, antara bulan Juli hingga Agustus. Biasanya, mereka yang “mampir” ke agennya adalah pedagang tembakau yang berasal dari luar daerah. Mereka, jelas Ikhwan, membeli tembakau-tembakau milik petani dengan jumlah yang luas. Tentu, tambahnya, transaksi keuangannya juga lumayan besar. Mencapai puluhan juta rupiah.
“Faktor keamanan lebih jadi pertimbangan pelanggan kami di saat musim panen tembakau. Layanan yang saya berikan biasanya tarik tunai. Jadi, mereka masuk di desa sini tidak membawa uang tunai dengan jumlah besar. Pernah ada yang sekali tarik mencapai tiga puluh juta rupiah,” ungkapnya.
Dari agen BRILink yang ia buka sejak tahun 2021 itu, kini Ikhwan mengantongi keuntungan tambahan yang lumayan untuk menutup kebutuhan sehari hari. Dia mengaku, dalam sebulan transaksi keuangan di BRILink nya mencapai 500 kali transaksi. Sementara, perputaran uang mencapai Rp300 juta. Bahkan kalau musim panen tembakau mencapai Rp500 juta.