SketsaNusantara.id - Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga Sumatera Barat (Sumbar) sejak 25 November 2025 masih terus menjadi perhatian publik.
Bencana besar di penghujung tahun ini bahkan digambarkan seperti "tsunami kedua" yang menyebabkan jaringan listrik mati, akses jalur darat terputus hingga komunikasi lumpuh.
Rusaknya infrastruktur akibat terjangan banjir bandang mengakibatkan akses internet, terputus sehingga banyak warga kesulitan berkomunikasi dan memperoleh informasi penting.
Di tengah kondisi genting seperti ini, Starlink mengambil langkah besar dengan memutuskan untuk menggaratiskan seluruh layanan bagi pengguna yang terdampak bencana di Indonesia.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X (sebelumnya Twitter), perusahaan layanan internet satelit milik Elon Musk itu menyebut kebijakan ini berlaku hingga akhir tahun 2025.
"Bagi mereka yang terdampak banjir parah di Indonesia, Starlink menyediakan layanan gratis bagi pelanggan baru dan lama hingga akhir Desember," tulis akun X @starlink sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id pada hari Minggu, 30 November 2025.
Belakangan ini, permintaan akan layanan internet Starlink meningkat seiring dengan terputusnya akses komunikasi seluler dan internet akibat banjir dan longsor di Aceh hingga Sumatera Barat.
Dalam postingan warganet yang beredar di media sosial, tampak beberapa warga yang secara bergantian menggunakan layanan internet Starlink dengan diberi jatah waktu 5 menit per orang.
Di posko-posko pengungsian, tampak beberapa warga mendapatkan akses akses listrik yang sangat terbatas. Beberapa di antaranya menggunakan sambungan internet untuk bertukar kabar dengan keluarga yang berada di luar Sumatera.
Baca Juga: Update Data Korban Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, 166 Orang di Sumut Meninggal Dunia
Starlink juga menyatakan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengirimkan terminal satelit ke wilayah terdampak bencana.
Upaya ini dilakukan guna membantu memulihkan konektivitas di daerah yang sepenuhnya terputus dari jaringan telekomunikasi lokal.