Ia menjelaskan bahwa perhitungan dua kali lipat dilakukan berdasarkan kebutuhan wilayah. Jika suatu kawasan membutuhkan 1.000 kilogram bahan pokok, maka Bulog diminta menyediakan 2.000 kilogram.
Jenis logistik yang diperbanyak mencakup beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan lain yang diperlukan di area bencana. Zulkifli menyebut bahwa skema ini telah diterapkan di sejumlah provinsi terdampak lain di Sumatra.
Penambahan suplai dilakukan untuk menjaga ketersediaan barang serta mencegah risiko kelangkaan di lokasi yang aksesnya terputus.
Zulkifli mengatakan langkah ini penting agar tidak terjadi perebutan barang di tengah situasi darurat. Ia juga menyampaikan rencana pembangunan rumah warga yang hanyut akibat banjir bandang di Padang. Pemerintah daerah disebut telah menyiapkan lahan untuk program tersebut.
Dalam kunjungan itu Zulkifli didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran. Ia juga berdialog dengan warga yang terdampak.
Banjir bandang di Ikur Koto sebelumnya merendam rumah penduduk hingga mencapai atap serta menghanyutkan beberapa bangunan. Pemerintah menegaskan bahwa upaya pemulihan infrastruktur yang rusak menjadi prioritas lanjutan untuk mendukung aktivitas warga setelah masa darurat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!