SketsaNusantara.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda, telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Upaya ini dilakukan sebagai langkah proaktif untuk meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem di kawasan Lumajang, terutama yang terkait dengan erupsi Gunung Semeru.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, bahwa operasi ini dimulai sejak hari rabu hingga minggu besok.
Kegiatan OMC, yang melibatkan penggunaan Pesawat Cessna Caravan C208 Reg. PK-SNM, hingga saat ini telah menuntaskan sembilan sorti penerbangan.
Rinciannya meliputi dua sorti pada hari Rabu. dua sorti pada Kamis, tiga sorti pada Jumat, dan dua sorti pada hari Sabtu.
Dalam setiap sorti, tim menaburkan 1.000 kg bahan semai. Secara keseluruhan, total material yang telah disebar mencapai 9 ribu kilogram atau sembilan ton.
Material tersebut terdiri dari 3 ribu KG (3 ton) Natrium Klorida (NaCl) dan 6 ribu kg (6 ton) Kalsium Oksida (CaO).
Daerah yang menjadi target penaburan meliputi perairan Selatan Jawa Timur, wilayah Selatan Malang, Barat Malang, serta kawasan di sekitar Gunung Semeru, yaitu Barat Gunung Semeru, Barat daya Gunung Semeru, dan Utara Gunung Semeru.
Khusus untuk hari Sabtu, dua sorti penerbangan berfokus pada wilayah Barat Malang dan Utara Gunung Semeru.
lGubernur Khofifah juga menyampaikan imbauan serius kepada seluruh warga Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap fenomena cuaca ekstrem, termasuk angin kencang yang terjadi di berbagai daerah selama musim penghujan.
"Saya tegaskan, masyarakat harus berhati-hati saat menjalani aktivitas di luar rumah, mengingat cuaca ekstrem yang disertai angin kencang sedang melanda beberapa wilayah di Jawa Timur," tutupnya.***