SketsaNusantara.id - Bencana yang melanda Sumatra dalam sepekan terakhir menimbulkan dampak yang sangat luas, dan penjelasan komprehensif dari Ferry Irwandi melalui akun Instagram @irwandiferry membuat publik semakin memahami betapa serius situasi yang terjadi.
Ferry Irwandi sendiri dikenal YouTuber dan pendiri Malaka Project, yang fokus pada konten edukatif mengenai politik, keuangan, filsafat Stoikisme, dan isu sosial.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan terbarunya, ia menyampaikan bahwa ia mencoba mengumpulkan, mengolah dan merangkum dari berbagai sumber tentang data dan angka pada bencana besar Sumatera yang terjadi dalam satu minggu terakhir.
Ia juga mengingatkan bahwa informasi tersebut merupakan situasi per pukul 19.08 WIB, 28 November 2025, dan dapat berubah seiring waktu.
“Hari ini gue coba ngumpulin angka dan data tentang bencana besar Sumatra berikut hasilnya,” tulisnya.
Dari rangkuman tersebut terlihat bahwa dalam waktu satu minggu, bencana telah memukul 42 kabupaten/kota, menewaskan 116 orang, serta membuat puluhan ribu jiwa harus mengungsi.
Berbagai fasilitas krusial seperti jembatan, jalur nasional, layanan listrik, hingga ketersediaan air bersih rusak atau terganggu.
Skala bencana ini, menurut Ferry, tidak berdiri sendiri sebagai fenomena tunggal, melainkan perpaduan antara cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan yang memburuk akibat aktivitas manusia.
Dalam penjelasan panjangnya, Ferry menyebut bahwa bencana ini dipicu oleh kemunculan Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka dan Siklon Tropis Koto di Laut Sulu, dua sistem tekanan yang mengangkut massa udara basah dalam jumlah besar ke kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini diperparah oleh fase IOD negatif, yang menurutnya menjadi faktor penarik tambahan bagi berkumpulnya uap air dalam jumlah masif.
Kombinasi ketiga fenomena tersebut menghasilkan hujan yang turun terus-menerus selama berhari-hari dengan intensitas ekstrem.