"Zaman sekarang lebay orang-orang pada posting tanpa pikir efeknya bagi orang lain, akhirnya yang rugi malah dirinya sendiri. Semoga kasus tumbler bisa jadi pelajaran bagi kita semua," komentar salah satu warganet.
"Anak saya juga pernah kehilangan sepatu dan tas setelah turun dari Stasiun Gambir dari Jogja. Saya coba DM dan pihak KAI akhirnya minta saya datang setelah 3 hari. Terharu, kalo masih rejeki nggak akan kemana," imbuh netizen lainnya.
"Saya juga pernah kehilangan kamera DSLR, sampe menyisir kereta tapi ternyata sudah diambil orang. Sudah laporan, tapi gak bisa nyalahin petugas juga karena lupa naruh di bagasi atas kereta. Belajar untuk gak terulang dikemudian hari tanpa matiin rezeki orang lain atau nuntut pertanggungjawaban orang yang nggak salah," timpal warganet lainnya.
Sementara itu, dukungan mengalir deras untuk Argi. Ia dinilai sebagai petugas yang jujur dan bertanggungjawab karena sudah berupaya melakukan pencarian untuk menemukan barang penumpang yang tertinggal.
Argi bahkan meminta maaf karena mengaku lalai hingga bersedia mengganti barang yang hilang, meski harganya terbilang tidak murah.
Baca Juga: Setelah Viral dan Dipecat Dari Pekerjaan, Pemilik Tumbler Anita Dewi dan Suami Minta Maaf
Pihak KAI Commuter juga menegaskan bahwa Argi tidak diberhentikan dan tidak dijatuhi sanksi pemecatan terkait kasus ini.
Namun nasib berbeda dialami pemilik tumbler, Anita Dewi, yang justru diberhentikan dari pekerjaannya sebagai Finance Supervisor di Daidan Group.
Bersama suaminya, Anita menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab agar masalah ini tidak semakin meluas serta berharap agar bisa menemukan solusi terbaik bagi semua pihak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini