"Bapak kulinya perawakan tinggi dan brewokan, tapi dia bantu saya lapor dan sama petugas langsung diumumkan pake speaker tapi tetap nggak ada yang datang," ujarnya.
"Bahkan dia antar saya dan pastikan saya aman di dalam taxi dan travel. Travel bag ditaruh sebelah saya, bapak (porter) itu juga minta nomor hape saya sapa tahu nanti ketemu ranselnya," sambung Rika.
Tak lama kemudian, Rika mendapat telepon dari porter stasiun dan meminta ketemuan di Stasiun Gambir jam 11 malam. Sesampainya di sana, porter stasiun bersama temannya akhirnya menyerahkan ransel yang selama ini dicari-cari.
"Sempat takut karena mereka ngumpet di tempat gelap, serem liat situasi stasiun. Bapak itu nongol sama temennya berbadan kecil, saya tanya kenapa di tempat tersembunyi? katanya takut disangka maling," terangnya.
Rika pun menerima tas ranselnya yang sempat hilang. Terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa semua barang bawaannya masih lengkap dalam tas, bahkan posisinya tak satu pun yang berubah.
"Saya cek kondsi ransel, saya buka dan semuanya UTUH. Bahkan posisi barang di dalamnya pun nggak ada yang berubah, gak ada satupun yang hilang," ungkap Rika.
"Ternyata Pak kuli kecil yang menemukan ransel saya dan diamankan dulu. Namun, pas ada pengumuman, dia gak dengar karena posisi sudah di luar stasiun lagi bantu penumpang bawa barang dari kereta," jelasnya.
Melalui kejadian ini, Rika berpesan agar tak selalu berburuk sangka pada orang lain. Waspada memang diperlukan, namun tak bisa asal menyalahkan orang lain.
"Pengalaman ini selalu saya ingat. Orang kecil, bukan berarti mereka jahat. Tampang boleh sangat, bukan berarti buruk," tuturnya.
"Seringkali hati yang paling baik malah datang dari tempat yang gak kita sangka. Konten ini sekedar mengingatkan saja, agar kita jangan sembarangan menuduh orang," pesannya.
Unggahan Rika Dinarjanti mendapat respon postitf dari warganet. Banyak yang menilai media sosial kini memiliki dampak besar pada nasib seseorang, sehingga harus lebih bijak sebelum mengunggah sesuatu.
Ada pula yang berbagi pengalaman serupa kehilangan barang di kereta, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga barang pribadi tanpa menyalahkan petugas, berkaca dari kasus tumbler yang viral belakangan ini.