news

Balqis Humaira Sentil Warganet yang Ribut Bahas Skandal Perselingkuhan Inara Rusli: Mending Grebek Manusia yang Bikin Sumatera Banjir...

Jumat, 28 November 2025 | 06:01 WIB
Potret Balqis Humaira minta publik lebih fokus pada isu yang lebih penting seperti bencana banjir & tanah longsor di Aceh dan Sumut ketimbang menyoroti drama perselingkuhan artis (Instagram/balqishumaira77)

SketsaNusantara.id - Influencer Balqis Humaira mengajak publik untuk memusatkan perhatian pada isu yang lebih penting ketimbang ribut membahas skandal perselingkuhan Inara Rusli.

Belakangan ini, nama Inara Rusli tengah ramai jadi sorotan usai beredar isu perselingkuhan dengan Insanul Fahmi.

Kasus ini viral di media sosial, bermula dari Wardatina Mawa yang melaporkan mantan suami Virgoun itu ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan.

Baca Juga: Dr Richard Lee Semprot Insanul Fahmi Pasca Klarifikasi Soal Konflik Inara Rusli dan Wardatina Mawa, Tegas Ingatkan Hal Ini

Isu perselingkuhan ini makin panas jadi perbincangan publik usai Insanul Fahmi mengaku dalam sebuah podcast bahwa dirinya telah menikah siri dengan Inara Rusli.

Di tengah ramainya isu tersebut, Balqis Humaira menyayangkan fokus publik yang tersedot pada drama perselingkuhan selebriti.

Ia meminta warganet agar lebih peduli dengan bencana alam yang melanda Aceh hingga Sumatera Utara (Sumut) yang kini membutuhkan bantuan.

"Daripada ngurusin aib Inara Rusli, mending lo semua grebek tuh manusia yang bikin Sumatera banjir, ngeracunin Gajah Sumatera dan bakar 47 ribu lebih hektar hutan demi kepentingannya sendiri," tulis Balqis dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @balqishumaira77 yang diunggah hari Kamis, 7 November 2025.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sumatera Utara, Jalur Darat Lumpuh dan BNPB Targetkan Pembukaan Akses dalam 1–2 Hari

Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 11 kabupaten di Sumatera Utara sejak hari Selasa, 25 November 2025.

Setidaknya 24 orang tewas dan 5 orang hilang, ketika puluhan daerah di Aceh dan Sumut termasuk Kabupaten Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, hingga Tapanuli Selatan ikut terdampak banjir.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan pemukiman warga terendam banjir, rumah-rumah rusak, hingga akses jalan menuju Sumatera Barat terputus.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Aceh menerapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan untuk menangani dampak buruk dan menyelamatkan korban yang terdampak bencana.

Pemerintah berupaya memberikan bantuan logistik melalui jalur udara karena akses darat terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Halaman:

Tags

Terkini